Begini Cara Cari Peluang Saham Murah Saat IHSG "Rungkad"
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Saat pasar saham jatuh dalam akan terbit peluang di sana arena valuasi emiten yang makin murah. Lalu bagaimana cara untuk menilai suatu saham sedang murah?
Terdapat cara penilaian atau valuasi yang bisa dilakukan dengan mudah oleh para investor ritel maupun pemula, yakni relative valuation model.
Mengutip Investopedia, model penilaian relatif adalah metode valuasi yang membandingkan nilai perusahaan dengan pesaingnya atau perusahaan sejenis dalam industri.
Salah cara valuasi relatif yang paling populer adalah rasio harga terhadap laba (P/E). Ini dihitung dengan membagi harga saham dengan laba per saham (EPS).
P/E = Harga saham / EPS
Contoh menghitung P/E, emiten dengan kode saham ABCDÂ diperdagangkan dengan harga Rp1.000 per lembar dan EPSÂ senilai Rp100 per lembar. Maka P/E saham ABCDÂ adalah 10x.
Sebuah perusahaan dengan rasio P/E yang lebih tinggi daripada emiten lain di dalam industri, berarti valuasi bisa dikatakan mahal atau overvalued. Demikian pula, perusahaan dengan rasio P/E rendah  dianggap undervalued atau cenderung murah.
Misalnya saja, jika P/E rata-rata untuk suatu industri adalah 10x dan emiten ABCD dalam industri tersebut diperdagangkan dengan P/E 15x, emiten tersebut bisa dikatakan overvalued. Akan tetapi jika P/E emiten tersebut adalah 5x, maka bisa dikatakan undervalued.
Selain dengan industri, Anda juga bisa membandingkan dengan perusahaan yang sejenis atau pesaingnya di dalam industri.
Perbedaan valuasi dalam industri bisa terjadi ketika investor belum mengapresiasi kinerja perusahaan sehingga harga sahamnya murah. Meskipun dengan tingkat laba per saham yang sama.
Contohnya saham ABCDÂ dan WXYZÂ sama sama memiliki laba per saham atau EPSÂ senilai Rp100 per lembar. Namun harga saham keduanya berbeda. Saham ABCDÂ diperdagangkan dengan Rp500 per saham sedangkan harga saham WXYZÂ adalah Rp1.000.
Maka P/EÂ ABCDÂ menjadi: Rp500 / EPSÂ Rp100 = 5x
Sementara P/E WXYZÂ adalah: Rp1.000 / EPSÂ Rp100 = 10x.
Kesimpulannya emiten ABCD bisa dikatakan lebih murah dan bisa menjadi pilihan karena valuasinya lebih murah dengan kinerja laba yang setara.
Ini juga bisa Anda pandang sebagai peluang investasi emiten ABCDÂ karena ada potensi harga bergerak ke level harga yang menyerupai saham WXYZ. Ingat, harga akan selalu bergerak mengikuti fundamental perusahaan.
CNBCÂ INDONESIA RESEARCH
(ras/ras)