Wajib Tahu! Ini 6 Mitos dan Fakta Penyakit Jantung

My Money - Rindi Salsabila Putri, CNBC Indonesia
18 November 2022 21:00
Ilustrasi sakit jantung akibat tersumbat pembuluh darah. (Istockphoto/wildpixel) Foto: Ilustrasi sakit jantung akibat tersumbat pembuluh darah. (Istockphoto/wildpixel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kardiovaskular atau penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut WHO, penyakit jantung telah merenggut 17,9 juta jiwa setiap tahunnya. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, satu orang di Amerika Serikat meninggal setiap 36 detik akibat penyakit jantung.

Berdasarkan Global Burden of Disease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2014-2019, penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa tren peningkatan penyakit jantung, yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.

Bahkan, dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit jantung menjadi beban biaya terbesar. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021 pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp.7,7 triliun.

Penyakit yang meliputi gangguan jantung dan pembuluh darah ini memiliki beragam jenis, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, penyakit katup jantung, hingga gagal jantung.

Hingga saat ini, banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait penyakit jantung. Apa saja dan bagaimanakah faktanya? Berikut CNBC Indonesia rangkum dari akun YouTube resmi Pusat Jantung Nasional (PJN) Harapan Kita.

1. Usia muda tidak berisiko mengidap penyakit jantung

Anggapan bahwa seseorang dengan usia muda tidak akan akan berisiko mengidap penyakit jantung adalah mitos. Sebab, penyakit jantung tidak disebabkanĀ oleh usia seseorang. Namun, disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan cepat saji, merokok, mengonsumsi alkohol, hingga kurang berolahraga.

2. Bila tekanan darah stabil maka boleh setop obat anti hipertensi

Sebagian besar masyarakat menganggap, bila tekanan darah seorang pasien terkontrol maka obat hipertensi tidak perlu dikonsumsi lagi. Hal tersebut adalah mitos karena kondisi stabil tekanan darah tersebut dikhawatirkan hanya bersifat sementara akibat efek obat. Maka dari itu, bila ingin menyetop konsumsi obat, harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

3. Riwayat penyakit jantung keluarga adalah salah satu faktor utama

Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit jantung. Namun, hal tersebut bukan menjadi faktor utama karena penyakit jantung utamanya dipicu oleh pola hidup yang diterapkan. Maka dari itu, anggapan "Kalau ada keluarga mengidap penyakit jantung, pasti akan terkena pula," adalah mitos.

4. Pasien jantung tetap harus berolahraga

Tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa olahraga berpotensi membahayakan pasien penyakit jantung, padahal pasien jantung tetap harus berolahraga. Penderita penyakit jantung sangat dianjurkan untuk berjalan santai hingga 30 menit dan senam di pagi hari untuk meningkatkan kebugaran dan melancarkan peredaran darah.

5. Penderita penyakit jantung tidak boleh mengedan

PJN Harapan Kita menyatakan, penderita penyakit jantung tidak boleh mengedan adalah fakta. Sebab, mengedan mampu memicu meningkatnya beban kerja jantung akibat dibutuhkannya tenaga yang besar.

6. Nyeri dada sudah pasti penyakit jantung

Anggapan bahwa nyeri dada sudah pasti mengidap penyakit jantung adalah mitos. Sebab, nyeri dada juga dapat menjadi gejala dari penyakit lambung, saluran pernapasan, hingga permasalahan pada otot.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading