Cek! Pilihan Investasi Menarik Saat Harga Pertalite Melambung

My Money - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
05 September 2022 12:00
Pertalite Resmi Naik, Begini Kondisi SPBU Pertamina (CNBC Indonesia TV) Foto: Pertalite Resmi Naik, Begini Kondisi SPBU Pertamina (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bensin baik Pertalite maupun Pertamax resmi naik per 3 September 2022. Harga Pdari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Sementara Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Kenaikan harga bensin akan diikuti dengan inflasi yang bisa meningkat sehingga bisa berampak kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lalu saat bensin naik, investasi apa yang masih menarik bagi investor?


1. Reksa Dana

Reksa dana bisa menjadi pilihan bagi investor sebagai pilihan menempatkan dana untuk berinvestasi. Reksa Dana Pasar Uang bisa menjadi pilihan investor karena saat inflasi naik, suku bunga acuan bank juga berpotensi meningkat.

RDPU memiliki rekam jejak menguntungkan ketika ada kenaikan suku bunga. Misalnya saja saat kenaikan suku bunga pada 2013 dan 2018. Saat itu suku bunga acuan Bank Indonesia naik 175 basis poin dan reksa dana pasar uang memiliki kinerja 4,8% dan 4,2%, mengutip riset Syailendra.

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara (SBN) bisa jadi pilihan investor selain aman karena dijamin negara, bunganya juga kompetitif. Saat ini sedang berlangsung penawaran SBN ritel berjenis Sukuk Ritel seri SR017.

Masa penawarannya berlangsung sejak 19 Agustus 2022 hingga 14 September 2022 pada pukul 10.00 WIB. SR017 bertenor 3 tahun dan jatuh temponya pada 10 September 2025 dan bersifat tradable. Artinya bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

Adapun kupon SR017 ditetapkan 5,9% fixed per tahun. Minimum pembeliannya Rp 1 juta dan maksimum Rp 5 miliar per investor dan bisa dibeli di mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah.

3. Saham

Kenaikan harga bensin tidak serta merta membuat kinerja pasar saham Indonesia menjadi terpuruk. Dalam jangka pendek memang akan berpengaruh, namun setelahnya pasar akan menyesuaikan dan kembali menguat.

Sektor energi bisa menjadi pilihan investor karena harga komoditas dunia masih berada di level yang tinggi. Terlebih lagi performa keuangannya yang melejit sehingga meningkatkan ekspektasi pembagian dividen yang lebih besar.

Efek kejut dari kenaikan harga bensin bisa menjadi kesempatan untuk investor berinvestasi di saham-saham premium yang harganya turun dan menyebabkan valuasi menjadi lebih murah. Harga BBM tidak naik sekali atau dua kali di Indonesia, namun kinerja saham-saham yang memiliki fundamental baik akan tetap bertahan sehingga saat nilainya murah bisa menjadi peluang membeli sahamnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading