BI Akhirnya Naikin Suku Bunga, Enaknya 'Ternak' Duit di Mana?

My Money - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
24 August 2022 10:57
Warga antre untuk menukarkan uang baru tahun emisi 2022 di Pasar Slipi, Jakarta, Selasa (23/8/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Warga antre untuk menukarkan uang baru tahun emisi 2022 di Pasar Slipi, Jakarta, Selasa (23/8/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor bisa lebih mencermati tren kenaikan suku bunga dunia sebagai dasar mengolah portfolio investasi. Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Agustus 2022.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5%," ungkap Perry dalam jumpa pers usai RDG, Selasa (23/8/2022).

Hasil ini menjadi kejutan karena konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia menyatakan bahwa mayoritas responden memperkirakan Bank Indonesia akan masih mempertahankan suku bunga acuannya.


BI bukanlah bank sentral satu-satunya yang menaikkan suku bunga. Bank dunia lainnya pun sudah melakukannya. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves/The Fed, sudah lebih dulu menaikkan suku bunganya. Lantas aset investasi apa yang cocok untuk investor saat tren suku bunga dunia naik?

1. Reksa Dana

Reksa dana bisa menjadi pilihan bagi investor sebagai pilihan menempatkan dana untuk berinvestasi. Akan tetapi pilihan yang paling pas adalah reksa dana pasar uang (RDPU).

RDPU memiliki rekam jejak menguntungkan ketika ada kenaikan suku bunga. Misalnya saja saat kenaikan suku bunga pada 2013 dan 2018. Saat itu suku bunga acuan Bank Indonesia naik 175 basis poin dan reksa dana pasar uang memiliki kinerja 4,8% dan 4,2%, mengutip riset Syailendra.

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara (SBN) bisa jadi pilihan investor selain aman karena dijamin negara, bunganya juga kompetitif. Saat ini sedang berlangsung penawaran SBN ritel berjenis Sukuk Ritel seri SR017.

Masa penawarannya berlangsung sejak 19 Agustus 2022 hingga 14 September 2022 pada pukul 10.00 WIB. SR017 bertenor 3 tahun dan jatuh temponya pada 10 September 2025 dan bersifat tradable. Artinya bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

Adapun kupon SR017 ditetapkan 5,9% fixed per tahun. Minimum pembeliannya Rp 1 juta dan maksimum Rp 5 miliar per investor dan bisa dibeli di mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah.

3. Saham

Meskipun secara umum kinerja saham akan tertekan kala suku bunga naik, beberapa sektor bisa memberikan keuntungan. Saham-saham di sektor konsumer bisa dicermati sebab tujuan kenaikan suku bunga adalah menekan inflasi. Saat inflasi berhasil didinginkan, daya beli masyarakat diharapkan membaik karena harga-harga juga mulai mendingin.

Kemudian sektor perbankan juga bisa jadi pilihan, dengan catatan kenaikan suku bunga tidak terjadi terus menerus dan menyebabkan ekonomi melambat. Suku bunga yang naik saat ekonomi kuat membuat pendapatan bank akan meningkat karena suku bunga kredit juga naik. Sementara ekonomi yang kuat dapat menjaga iklim kredit.

4. Deposito

Saat suku bunga naik, bunga deposito pun berpotensi terkerek. Tentu saja ini bisa jadi pilihan untuk menempatkan dana bagi investor sebagai lindung nilai untuk mengurangi dampak inflasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Aman dari Risiko Keuangan? Begini Caranya


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading