Mengintip Gaji 'Pasukan Oranye' atau PPSU di DKI Jakarta

My Money - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
11 August 2022 12:50
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana (PPSU) mengecat tembok di sepanjang jalan raya I Gusti Ngurah Rai, Jakarta, Kamis, (9/6/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana (PPSU) mengecat tembok di sepanjang jalan raya I Gusti Ngurah Rai, Jakarta, Kamis, (9/6/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga DKI Jakarta perlu berterima kasih dengan pasukan oranye atau PPSU yang hampir selalu ada di setiap sisi jalan untuk menjaga kebersihan, seperti menyapu jalanan hingga mengelola sampah. Memikul tugas yang cukup berat, Anda mungkin penasaran berapa besaran gaji pasukan oranye atau PPSU di DKI Jakarta.

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memang paling sering terlihat berkutat dengan sampah, padahal masih banyak tugas lain yang dilakukan oleh pasukan oranye ini. Tentu, berbagai tugas yang dilakukan PPSU tak jauh dari prasarana dan sarana umum yang ada di DKI Jakarta.


Apa Itu PPSU?

PPSU dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 169 Tahun 2015 tentang Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Tingkat Kelurahan. Pembentukan PPSU memang terjadi di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun, PPSU DKI Jakarta punya sejarah panjang yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Pekerja Harian Lepas (PHL).

Aturan tentang PPSU lantas diperbarui dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 7 Tahun 2017. Dalam Pergub tersebut, PPSU diartikan sebagai pekerjaan yang perlu segera dilakukan dan tidak dapat ditunda karena dapat mengakibatkan kerugian, bahaya dan mengganggu kepentingan publik/masyarakat di wilayah kelurahan dan dalam rangka mempercepat berfungsinya lokasi/prasarana dan sarana/aset publik maupun aset daerah yang rusak, kotor dan/atau mengganggu sesuai dengan peruntukannya.

Kenapa PPSU Disebut Pasukan Oranye?

Bagi beberapa orang yang tinggal di DKI Jakarta mungkin masih asing dengan istilah PPSU. Padahal, mereka pasti sering melihat para petugas PPSU menjalankan misi mulia di berbagai sisi jalan DKI Jakarta. Entah itu saat menyapu jalan, mengelola sampah, atau membersihkan selokan.

Beda cerita jika ada yang menyebut pasukan oranye, pasti Anda langsung ngeh dan mengenalinya. Lantas, kenapa PPSU disebut pasukan oranye? Pada dasarnya, julukan pasukan oranye ini muncul dan melekat karena seseorang yang termasuk dalam tim PPSU bekerja mengenakan seragam berwarna oranye.

Ada Berapa PPSU di DKI Jakarta?

Petugas PPSU ditempatkan di setiap kelurahan yang ada di DKI Jakarta, sesuai dengan awal dibentuknya PPSU berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 169 Tahun 2015 tentang Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Tingkat Kelurahan yang kini telah diperbarui dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 7 Tahun 2017.

Berdasarkan data Pergub DKI Jakarta No. 2331 Tahun 2016 tentang Penetapan Jumlah Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Tingkat Kelurahan, petugas PPSU DKI Jakarta ada 20.190 orang yang tersebar dalam 267 kelurahan.

Sementara, menurut unggahan akun Facebook resmi Pemerintah DKI Jakarta pada 2016 lalu, petugas PPSU di DKI Jakarta berjumlah 40-70 orang di setiap kelurahan. Namun, jumlah tersebut bakal menyesuaikan dengan kebutuhan dari setiap kelurahan.

Tugas PPSU

Tugas PPSU secara umum meliputi 5 ruang lingkup kerja, mulai dari prasarana dan sarana jalan, saluran, taman, kebersihan, dan penerangan jalan umum. Secara lebih lanjut, berikut tugas PPSU berdasarkan ruang lingkupnya yang diatur dalam Pergub No. 7 Tahun 2017:

1. Prasarana dan Sarana Jalan

  • Perbaikan jalan berlubang di wilayah kelurahan
  • Perbaikan dan pengecatan kantin, perbaikan pembatas jalan yang rusak di wilayah kelurahan
  • Perbaikan trotoar jalan yang rusak dan/atau berlubang di wilayah kelurahan.

2. Prasarana dan Sarana Saluran

  • Perbaikan saluran rusak di jalan lingkungan/lokal
  • Pengurasan saluran, tali-tali dan mulut-mulut air yang mampet di jalan lingkungan/lokal
  • Pelaporan segera pembangunan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu saluran termasuk penutupan saluran air kepada perangkat Daerah terkait melalui Lurah.

3. Prasarana dan Sarana Taman

  • Pohon tumbang dan/atau patah di wilayah Kelurahan
  • Pemangkasan ranting pohon yang menutupi rambu lalu lintas, lampu jalan dan yang membahayakan keselamatan di wilayah Kelurahan
  • Pembabatan rumput dan semak liar di wilayah Kelurahan
  • Pengambilan pot-pot rusak yang mengganggu lingkungan
  • Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Kelurahan
  • Pelaporan segera penebangan pohon pelindung tanpa izin kepada Perangkat Daerah terkait melalui Lurah.

4. Prasarana dan Sarana Kebersihan

  • Penyapuan jalan di wilayah Kelurahan
  • Pembersihan timbunan sampah liar dan ceceran sampah di wilayah Kelurahan
  • Pembersihan coretan-coretan dan papan informasi liar di ruang publik wilayah Kelurahan
  • Pembersihan jalan, saluran mikro, taman dan/atau ruang publik lainnya di wilayah Kelurahan.

5. Prasarana dan Sarana Penerangan Jalan Umum

  • Penanganan penerangan jalan umum yang rusak dan/atau membahayakan keselamatan
  • Penanganan sementara lampu jalan lokal yang rusak/mati dengan menggunakan lampu jalan sementara untuk menerangi jalan sesuai dengan kebutuhan
  • Pelaporan jaringan utilitas yang mengganggu kepentingan umum di jalan lingkungan/lokal
  • Pelaporan lampu penerangan jalan yang dibutuhkan warga dan yang tidak berfungsi.

Gaji PPSU di DKI Jakarta

Tugas PPSU yang tidak mudah diganjar dengan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku di DKI Jakarta. Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan sempat menaikkan UMP DKI Jakarta 2022 sebesar 5,1% atau setara Rp 225.667 melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1517 Tahun 2021. Berdasarkan aturan tersebut, UMP DKI Jakarta 2022 ditetapkan sebesar Rp 4.651.864.

Namun, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta dan menyatakan batal kenaikan UMP DKI Jakarta 2022. Kini UMP 2022 DKI Jakarta turun ke Rp 4.573.845, tapi masih tetap yang terbesar di Indonesia. Jadi, segitulah gaji PPSU di DKI Jakarta.

Selain mendapatkan gaji UMP DKI Jakarta, petugas PPSU juga memperoleh sejumlah peralatan kerja hingga jaminan kesehatan, ketenagakerjaan, dan tunjangan lain sesuai undang-undang yang berlaku.

Petugas PPSU dengan tugas khusus seperti operator alat berat juga mendapatkan tambahan penghasilan yang disesuaikan dengan koefisien risiko pekerjaannya. Misalnya PPSU yang menjadi petugas operator alat berat di TPA Bantar Gebang bakal mendapatkan tambahan penghasilan berkisar Rp 1,2 juta per bulan.

Syarat Daftar PPSU

Bagi Anda warga DKI Jakarta sangat bisa untuk mendaftar menjadi PPSU alias pasukan oranye karena perekrutan dilakukan secara terbuka. Biasanya, pendaftaran PPSU dilaksanakan di akhir tahun karena kontrak pekerja PPSU hanya satu tahun. Kontrak kerja PPSU diatur berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK).

Syarat pendaftaran PPSU tertuang dalam Pergub DKI Jakarta No. 122 Tahun 2017. Berikut persyaratan yang harus Anda lengkapi jika ingin mendaftar menjadi PPSU alias pasukan oranye:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Diutamakan memiliki KTP Provinsi DKI Jakarta
  • Berusia paling sedikit 18 tahun
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Dapat membaca dan menulis bahasa Indonesia
  • Memiliki surat keterangan sehat dari Puskesmas;
  • Surat keterangan yang menyatakan bahwa tidak sedang menjabat sebagai pengurus RT, RW, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
  • Surat pernyataan untuk tidak melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Cara Daftar PPSU

Waktu pendaftaran calon PPSU dibuka selama 3 hari kerja. Bagi Calon PPSU harus menyampaikan surat lamaran pekerjaan kepada Pejabat Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Tim Teknis Kelurahan yang telah ditetapkan. Surat lamaran dibuat dengan tulisan tangan. Selanjutnya, pendaftar bakal melewati 5 tahap seleksi sebagai berikut:

1. Seleksi Administrasi Tahap I dan II

Dalam tahap ini apabila berkas pendaftaran calon PPSU tidak lengkap sesuai persyaratan yang ada maka yang bersangkutan akan dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Jika sudah lolos seleksi administrasi tahap I, calon PPSU akan masuk ke tahap II. Dalam tahap ini dilakukan verifikasi terhadap keaslian maupun kebenaran berkas yang telah lulus dalam seleksi administrasi tahap I.

2. Seleksi Pengalaman Bekerja

3. Seleksi Praktik Lapangan

4. Seleksi Tes Tertulis

5. Wawancara.

Setelah melalui 5 tahap seleksi tersebut, calon petugas PPSU bakal mendapat formulir yang harus diisi dalam untuk evaluasi dan negosiasi. Selanjutnya, pengumuman hasil pendaftar yang diterima menjadi PPSU dilakukan dalam penyusunan ranking nilai (skor) berdasarkan nilai tertinggi. Nantinya, pengumuman ini bakal ditempel di papan pengumuman Kantor Lurah setidaknya selama 2 hari setelah pengumuman.

Itulah penjelasan lengkap mengenai gaji pasukan oranye atau PPSU di DKI Jakarta. Selain mendapatkan gaji UMP DKI Jakarta, petugas PPSU juga memperoleh sejumlah peralatan kerja hingga jaminan kesehatan, ketenagakerjaan, dan tunjangan lain sesuai undang-undang yang berlaku.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading