Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten dengan jumlah pemegang saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC) kembali bertambah. Cek di bawah ini untuk daftar emiten HSC terbaru!
Sebagai informasi, dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan perusahaan tercatat, Bursa dan KSEI melakukan penelaahan kepemilikan saham terkait jumlah pemegang saham terkonsentrasi tinggi dengan mekanisme yang telah disepakati.
Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 2 April 2026. Adapun, secara pengertian, HSC merujuk pada kondisi di mana struktur kepemilikan saham suatu perusahaan tercatat terkonsentrasi tinggi pda beberapa pemegang saham.
Pengumuman HSC bertujuan untuk meningkatkan transparansi atas ketersediaan saham yang dapat diperdagangkan, sehingga penentuan harga menjadi lebih transparan.
Terbaru, BEI dan KSEI mengumumkan adanya emiten yang masuk dalam daftar HSC pada Jumat (6/11/2026), yaitu PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT).
Pengumuman tersebut tercatat dengan nomor Peng-HSC-00087/BEI.WAS/11-2026 dari BEI dan Peng-00030/PWS/KSEI/1126 dari KSEI yang disampaikan dalam keterbukaan pada Jumat (6/11/2026).
Penetapan mengacu pada metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, per 5 November 2026.
Berdasarkan metodologi itu, saham MKNT dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,64% dari total saham MKNT dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
"Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,64% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat MKNT," tulis pengumuman BEI dan KSEI.
Dengan demikian, hanya sekitar 0,36% saham yang berada di luar kelompok pemegang saham tersebut. Porsi ini berpotensi membuat saham MKNT kurang likuid dan pergerakan harganya bisa lebih mudah dipengaruhi oleh transaksi dalam jumlah kecil.
BEI dan KSEI menegaskan bahwa pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," tulis keduanya.
Dengan masuknya MKNT dalam daftar HSC, kini terdapat 83 emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.
Berikut daftar lengkap emiten HSC terbaru:
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT)
- PT MD Entertainment Tbk. (FILM)
- PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS)
- PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT)
- PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS)
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA)
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB)
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI)
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA)
- PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY)
- PT Akasha Wira International Tbk. (ADES)
- PT Temas Tbk. (TMAS)
- PT Bank Mestika Dharma Tbk. (BBMD)
- PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP)
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME)
- PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL)
- PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)
- PT Sillo Maritime Perdana Tbk. (SHIP)
- PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI)
- PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD)
- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO)
- PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE)
- PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA)
- PT Charnic Capital Tbk. (NICK)
- PT Steady Safe Tbk. (SAFE)
- PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR)
- PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA)
- PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA)
- PT Bukit Darmo Property Tbk. (BKDP)
- PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA)
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR)
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE)
- PT Golden Flower Tbk. (POLU)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII)
- PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI)
- PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO)
- PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI)
- PT Bank Mega Tbk. (MEGA)
- PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS)
- PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT)
- PT Siantar Top Tbk. (STTP)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI)
- PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO)
- PT FAP Agri Tbk. (FAPA)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE)
- PT Soho Global Health Tbk. (SOHO)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN)
- PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA)
- PT Bank Permata Tbk. (BNLI)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ)
- PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
- PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)
- PT DCI Indonesia Tbk. (DCII)
- PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM)
- PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG)
- PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU)
- PT Mahkota Group Tbk. (MGRO)
- PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA)
- PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)
- PT Ifishdeco Tbk. (IFSH)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
- PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII)