Indonesia Terbitkan Sukuk Global Senilai US$3 Miliar Jelang Akhir 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia tengah menawarkan penerbitan surat berharga syariah alias sukuk dalam denominasi dolar Amerika Serikat.
Total penerbitan mencapai US$ 3 miliar yang terbagi ke dalam tiga jangka waktu jatuh tempo yang berbeda, yaitu tiga, lima, dan 10 tahun, menurut lembar persyaratan terbaru yang dilihat Reuters pada Jumat (6/11/2026).
Adapun penawaran sukuk global untuk tenor tiga tahun senilai US$500 juta, tenor lima tahun senilai US$1 miliar, dan tenor 10 tahun senilai US$1,5 miliar.
Reuters mencatat, obligasi syariah jangka tiga tahun ditawarkan dengan imbal hasil 5,450%, lebih rendah dari perkiraan awal sekitar 5,70%.
Obligasi jangka lima tahun diluncurkan pada 5,850%, dibandingkan dengan perkiraan awal sekitar 6,10%, sementara obligasi jangka 10 tahun ditetapkan pada 6,250%, dibandingkan dengan perkiraan awal sekitar 6,55%.
Obligasi tersebut jatuh tempo masing-masing pada November 2029, November 2031, dan November 2036.
Obligasi tersebut akan terdaftar di Bursa Efek Singapura dan Nasdaq Dubai, serta telah diberi peringkat Baa2 oleh Moody's, BBB oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings.
Bank of America, Dubai Islamic Bank, HSBC, JP Morgan (B&D) dan KFH Capital memimpin penjualan, sementara BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas menjadi co-manager.
(arj/arj)