Berebut Dana Nasabah, Margin Bank Makin Ciut

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 17:55 WIB
Foto: Ilustrasi Bank (Designed by pikisuperstar / Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perbankan Tanah Air mengalami tekanan dari kenaikan suku bunga simpanan yang berimbas pada margin pendapatan. Hal ini turut dipengaruhi oleh persaingan bank dalam menghimpun dana nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan terus mencermati dinamika persaingan penghimpunan dana, khususnya pada akhir tahun.

Menurut Dian, peningkatan suku bunga simpanan berimbas pada kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF) yang pada akhirnya memberikan tekanan ke margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan, seiring dengan menyempitnya selisih antara suku bunga kredit dan suku bunga dana pihak ketiga (DPK).


"Hal ini tercermin dari net interest margin (NIM) per September 2026 yang tercatat sebesar 4,29%, menurun dibandingkan dengan 4,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya pada konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Kamis (5/11/2026).

Meskipun terdapat tekanan, Dian menyatakan ketahanan profitabilitas perbankan secara umum terjaga hingga September 2026. Laba tahun berjalan masih meningkat sebesar 6,5% dengan return on asset (RoA) sebesar 2,43%.

Artinya, lanjut Dian, secara keseluruhan, kemampuan industri perbankan dalam menghasilkan laba terjaga. OJK pun memprediksi tekanan terhadap margin bank berlanjut dalam jangka waktu pendek.

"Namun demikian, dampak yang ditimbulkan dapat bervariasi antar bank ini bergantung karakteristik masing-masing bank," jelasnya.

Pihak otoritas juga akan terus melakukan pemantauan kondisi individual bank, termasuk perkembangan biaya dana (CoF), NIM, ROA, dan juga rasio efisiensi operasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan penghimpunan dana secara sehat yang memperhatikan prinsip kehati-hatian.

"OJK memandang strategi penghimpunan dana perlu terstruktur, terutama penyaluran kredit produktif dan berkualitas. Selain itu upaya penghimpunan dana perlu didukung oleh efisiensi operasional. Kami terus mendorong bank untuk mengelola aset dan likuiditas secara prudent," tutup Dian.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Ungkap Ada Rencana Penggalangan Dana Rp26,24 T di BEI