OJK Soroti Inflasi Global, Suku Bunga Tinggi Masih Menghantui
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan kondisi ekonomi global terkini di tengah berlanjutnya konflik geopolitik.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan ekonomi global dibayangi tekanan inflasi dan ekspektasi bunga tinggi. Dinamika inflasi global dipengaruhi oleh kenaikan harga energi.
"Lonjakan inflasi seperti di Jepang dan Inggris bahkan melampaui rentang target. Kenaikan inflasi menyebabkan kebijakan moneter berlanjut hingga 2027," ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK pada Kamis (5/11/2026).
Di sisi lain, kata Kiki, sapaan akrab Friderica, keterbatasan fiskal membuat pemerintah di berbagai negara terhambat memberikan subsidi.
Sejumlah negara juga membutuhkan kebutuhan fiskal dalam penyesuaian anggaran dan hal ini turut menyebabkan ketegangan sosial secara luas.
Ekspektasi suku bunga tinggi dan gelombang instabilitas global ini turut mendorong sentimen risk off. "Sementara itu kinerja bursa global dipengaruhi saham teknogi sementara imbal hasil obligasi naik tertinggi dalam beberapa dekade terakhir," jelasnya.
Meskipun demikian, Kiki menyebut jika kondisi industri keuangan Tanah Air tetap stabil, di tengah pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2026 yang sebesar 5,47% YoY.
(asr/asr) [Gambas:Video CNBC]