MARKET DATA

Gejolak Global Menguat, Sektor Keuangan RI Tetap Stabil

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
05 November 2026 14:33
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Friderica Widyasari memberi pemaparan saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indoensia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah berlanjutnya konflik geopolitik dan tekanan inflasi global. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dinamika inflasi global saat ini banyak dipengaruhi oleh harga energi.

Selain itu, karena lonjakan inflasi di sejumlah negara, seperti Jepang dan Inggris, bahkan telah melampaui rentang target. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuat pengetatan kebijakan moneter diperkirakan berlanjut hingga 2027.

"RDK menilai sektor jasa keuangan stabil di tengah berlanjutnya konflik geopol tekanan inflasi," ujarnya dalam konferensi per RDK OJK secara virtual, Kamis (5/11/2026).



Di sisi lain, wanita yang akrab disapa Kiki tersebut menyebut adanya keterbatasan ruang fiskal yang menghambat pemerintah di berbagai negara dalam memberikan subsidi. Sejumlah negara juga memerlukan penyesuaian anggaran, yang turut memicu ketegangan sosial secara luas.

Ekspektasi suku bunga yang tinggi dan gelombang ketidakstabilan global mendorong sentimen risk off di pasar keuangan. Kinerja bursa global dipengaruhi oleh saham-saham teknologi, yang terus bergerak naik di tengah kondisi tersebut.

Dari dalam negeri, permintaan domestik menunjukkan pola yang meningkat. Pertumbuhan uang beredar tercatat positif, inflasi inti stabil, dan penjualan kendaraan solid. Aktivitas manufaktur juga menguat, tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Oktober yang naik ke level 54, tertinggi sejak Maret 2024.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III 2026 masih terjaga di level 5,4%, dengan seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!


Most Popular
Features