Indo Tambangraya (ITMG) Buyback Mulai Hari Ini hingga Rp 2,31 T

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 06:45 WIB
Foto: www.itmg.co.id

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp2,311 triliun untuk. Rencana ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi secara signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Brsa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan melaksanakan buyback mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027.

"Perkiraan nilai Buyback akan bergantung kepada jumlah saham yang dibeli dengan nilai pembelian saham sebesar-besarnya Rp2.311.000.000.000," tulis manajemen ITMG, Kamis (5/11/2026).

Manajemen menyebut, dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut seluruh bersumber dari kas internal perseroan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pasar modal Indonesia di tengah kondisi pasar yang dinamis.\


Melalui pelaksanaan buyback secara hati-hati dan terstruktur, perseroan berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas perdagangan saham ITMG, menjaga kepercayaan investor, serta mendukung terciptanya pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.

Perseroan juga menegaskan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali, apabila digabungkan dengan seluruh saham hasil buyback sebelumnya yang masih dimiliki, tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal disetor. Ketentuan tersebut tetap memperhatikan persyaratan jumlah saham beredar di publik atau free float.

ITMG dapat menghentikan pelaksanaan buyback sewaktu-waktu apabila periode pembelian berakhir pada 4 Februari 2027, dana yang digunakan telah mencapai batas maksimal Rp2,311 triliun, atau perseroan memutuskan untuk mengakhiri pembelian lebih awal.

Manajemen meyakini pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan operasional perseroan. Hal ini didukung oleh saldo laba dan ketersediaan arus kas internal yang dinilai mencukupi.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, apabila seluruh anggaran buyback digunakan, total aset ITMG diperkirakan turun dari US$2,42 miliar menjadi US$2,29 miliar.

Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan berkurang dari US$1,91 miliar menjadi US$1,78 miliar. Masing-masing mengalami penurunan sebesar US$127,25 juta.

Jumlah saham beredar di luar saham treasuri juga diperkirakan menyusut dari 1,11 miliar lembar menjadi 1,03 miliar lembar, atau berkurang sekitar 88,78 juta saham.

Meski demikian, dengan asumsi laba periode berjalan tetap sebesar US$105,99 juta, laba per saham atau earning per share (EPS) diproyeksikan meningkat dari US$0,095 menjadi US$0,103 per saham.

Adapun tingkat pengembalian terhadap ekuitas atau return on equity (ROE) diperkirakan naik dari 11,1% menjadi 11,9%.

Perhitungan proforma tersebut menggunakan kurs JISDOR per 2 November 2026 sebesar Rp18.161 per dolar AS.

Manajemen memastikan, aksi korporasi ini tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha maupun pertumbuhan perseroan. Sebab, posisi keuangan yang solid dan modal kerja yang memadai diyakini mampu menopang operasional ITMG setelah pelaksanaan buyback.

Melalui aksi tersebut, perseroan berharap dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

ITMG turut mengingatkan bahwa saham treasuri tidak memiliki hak suara, tidak diperhitungkan dalam kuorum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta tidak berhak memperoleh dividen.

Selain itu, sesuai Pasal 11 POJK 13/2023, anggota Dewan Komisaris, Direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi saham perseroan pada hari yang sama dengan penjualan saham hasil buyback melalui Bursa Efek.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke "Standalone Market"