Pendapatan Negara Tembus Rp2.341 T di Q3, Coretax Dongkrak Pajak!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga kuartal III-2026 turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditopang oleh kinerja pendapatan negara yang positif serta belanja negara yang terus dioptimalkan.
Suahasil memaparkan, realisasi pendapatan negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 25,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Perkembangan realisasi APBN kuartal III-2026 mendorong pertumbuhan ekonomi. APBN menjalankan perannya melalui kinerja pendapatan yang positif dan belanja yang optimal," ujar Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dari sisi penerimaan, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.847,7 triliun atau tumbuh 21,8% secara tahunan. Suahasil menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh aktivitas ekonomi yang tetap berjalan serta implementasi sistem administrasi perpajakan Coretax.
Sementara itu, realisasi kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp240,1 triliun, dengan pertumbuhan akumulatif sebesar 8,5% secara tahunan.
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp492,3 triliun atau tumbuh 41,7% secara tahunan. Pemerintah menilai realisasi PNBP tersebut masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan atau on track.
Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga kuartal III-2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp2.061,3 triliun. Realisasi tersebut antara lain dipengaruhi oleh pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, hingga dukungan jaminan kesehatan.
Program perlindungan sosial yang turut mendorong realisasi belanja meliputi bantuan iuran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Selain itu, belanja negara juga digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pembayaran pensiun, serta penyaluran subsidi dan kompensasi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran hingga kuartal III-2026 mencapai Rp462 triliun atau tumbuh 0,4% secara tahunan.
Dengan perkembangan tersebut, menurut Menkeu, APBN terus menjalankan perannya sebagai instrumen fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
(haa/haa)