Bos PGAS Diam-Diam Tambah Kepemilikan Saham, Rogoh Kocek Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu direktur emiten pelat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) membeli 25.000 saham perseroan.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (3/11/2026), manajemen PGAS menginformasikan Catur Dermawan, yang menjabat sebagai direktur perseroan membeli 25.000 saham PGAS pada harga Rp1.295 per saham.
Dengan demikian, Catur merogoh kocek Rp32,37 juta untuk membeli saham tersebut. Transaksi ini terjadi pada 30 Oktoberfest 2026 dengan tujuan untuk investasi.
Usai transaksi pembelian tersebut, saham yang dimiliki Catur meningkat dari 100.000 unit menjadi 125.000 unit dengan hak suara sebelum dan setelah transaksi tidak berubah, yaitu sebesar 0,00%.
Sementara itu, pada perdagangan hari ini saham PGAS dibuka pada level Rp1.370 per saham atau tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan penutupan kemarin. Pada pagi hari ini, PGAS sempat menyentuh level tertinggi yaitu Rp1.390 per saham.
Level terendah harga PGAS hingga pukul 09.30 WIB yaitu Rp1.365 per saham.
Dalam perkembangan terakhir, PGN telah meneken perjanjian jual beli gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) North Hub dengan estimasi nilai transaksi sebesar US$1,55 miliar atau sekitar Rp28,11 triliun (asumsi kurs Rp18.160/US$).
Perjanjian tersebut melibatkan sejumlah perusahaan sebagai penjual. sementara PGAS bersama dua anak usahanya, PT Pertagas Niaga, dan PT Perta Arun Gas bertindak sebagai pembeli.
Para penjual terdiri dari PT Pertamina (Persero), Searah North Ganal Limited, Searah North Ganal B.V., Eni North Ganal B.V., Searah Rapak Deepwater Ltd., Searah Rapak Limited, Eni Rapak B.V., Searah Ganal Deepwater Ltd., Searah Ganal Limited, Eni Ganal B.V., Tiptop Ganal Limited, dan Tiptop Rapak Limited.
"Perseroan, Para Pembeli, dan Para Penjual telah menyepakati Obyek Transaksi sehubungan dengan potensi penjualan LNG North Hub kepada Perseroan dan/atau Afiliasinya untuk periode pengiriman 2029 sampai dengan 31 Desember 2037 dengan opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2038," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, (29/10/2026).
PGAS menyatakan transaksi ini berpotensi menambah portofolio pasokan gas jangka panjang perseroan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk kegiatan niaga gas yang bersumber dari LNG.
(asr/asr) [Gambas:Video CNBC]