Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Sektor Teknologi Masih Jadi Sorotan
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (3/11/2026), dengan sebagian besar pasar dibuka menguat di tengah tekanan dari sektor teknologi di Wall Street.
Melansir CNBC Internasional, di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka menguat 0,39% menjelang keputusan suku bunga bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.535, lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi23.393.
Adapun pasar saham Jepang ditutup pada perdagangan Selasa karena libur nasional. Berbeda dengan bursa lainnya,indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,55% pada pembukaan perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 2,53%.
Tekanan di Korea Selatan turut terlihat pada saham perusahaan teknologi besar, dengan Samsung Electronics merosot 5%pada awal perdagangan. Pelemahan tersebut terjadi seiring aksi jual saham teknologi di Wall Street yang membebani sentimen investor di kawasan Asia.
Pada perdagangan reguler Senin waktu AS, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 1,07%, sedangkan S&P 500 turun 0,51%. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average menguat sekitar 214 poin atau 0,41%di tengah berlanjutnya rotasi investasi keluar dari saham-saham teknologi.
Sejumlah saham teknologi AS juga mengalami tekanan signifikan, dengan Marvell Technology merosot sekitar 12% dan Lumentum anjlok 18%. Pelemahan tersebut terjadi setelah Marvell mengumumkan rencana akuisisi Lumentum dalam kesepakatan senilai US$115 miliar.
Saham Oracle juga terkoreksi 8% setelah perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham biasa senilai US$10miliar dan obligasi senilai US$10 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu membiayai ekspansi perusahaan di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).