MARKET DATA

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuannya di Atas 10%

Redaksi,  CNBC Indonesia
02 November 2026 16:20
Pertambangan bauksit PT Aneka Tambang (Antam) (Persero) di Tayan Hilir, Kalimantan Barat (Kalbar), (CNBC Indonesia/Muhammad Choirul Anwar)
Foto: Pertambangan bauksit PT Aneka Tambang (Antam)‎ (Persero) di Tayan Hilir, Kalimantan Barat (Kalbar), (CNBC Indonesia/Muhammad Choirul Anwar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah penurunan besar-besaran indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat peluang besar memetik dividen besar dari beberapa saham, yang salah satunya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.

Beberapa sekuritas menyebut yield dividen ANTM tinggi untuk tahun buku 2026, seiring kas melimpah dan kinerja keuangan yang melesat. Potensi yield dividen perusahaan pertambangan dan logam terdiversifikasi ini di atas 10%.

JP Morgan, bank investasi dunia asal Amerika Serikat (AS) menjadikan ANTM sebagai saham pilihan di tengah gejolak IHSG akibat kisruh MSCI. Sebab, valuasinya murah dengan yield dividen besar.

"Saham ANTM kini diperdagangkan dengan PER 4 kali berdasarkan proyeksi 2027 dan yield divided 14%. Pendapatan dan laba bersih Antam juga memiliki eksposur kuat dengan dolar AS sehingga bisa menjadi alat lindung nilai alami dari pelemahan rupiah," tulis JP Morgan, seperti dikutip Senin (2/11/2026).

JP Morgan menetapkan rekomendasi overweight saham ANTM dengan target harga Rp4.700.

Sementara itu, Indo Premier Sekuritas menilai meskipun prospek pasar saham Indonesia secara makro (top-down perspective) kurang menguntungkan, sektor komoditas akan menjadi pencetak kinerja terbaik (outperformer) IHSG. Hal ini karena emiten komoditas dianggap sebagai penghasil mata uang dolar AS di tengah potensi melemahnya nilai tukar rupiah.

Analisis sensitivitas Indo Premier menunjukkan, saham PGAS, ANTM, dan TINS termasuk di antara saham-saham yang harganya paling tertekan di IHSG, terlepas dari tingkat imbal hasil dividen di atas 10%.

"Kondisi tersebut justru menciptakan peluang yang bagus untuk melakukan pembelian saham komoditas," tulis Indo Premier dalam riset.

Indo Premier memprediksi yield dividen ANTM bisa mencapai 12,3% pada tahun 2027 dan 12,7% tahun berikutnya. Sekuritas ini menetapkan rekomendasi buy saham ANTM dengan target harga Rp3.700.

Di sisi lain, Antam membukukan kinerja kuat hingga September 2026. Pada periode itu, laba bersih perseroan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun, EBITDA naik 45% menjadi Rp13,48 triliun, sedangkan pendapatan meningkat 23% menjadi Rp88,48 triliun.

Total aset perseroan mencapai Rp59,74 triliun per September 2026, meningkat 24%, ekuitas naik 17% menjadi Rp41,22 triliun, sedangkan kas dan setara kas Rp10,54 triliun, tumbuh 14%.

Arus kas bersih perseroan dari aktivitas operasi mencapai Rp 5,06 triliun, naik 26%, sedangkan penerimaan kas dari pelanggan Rp 87,92 triliun pada, tumbuh 29%, sejalan dengan pertumbuhan penjualan serta pengelolaan modal kerja yang efektif.

Sucor Sekuritas memprediksi perseroan bisa meraup arus kas bebas (free cash flow) Rp9-10 triliun per tahun dalam tiga tahun ke depan. Adapun belanja modal per tahun ditaksir hanya Rp1,5 triliun.

"Ini membuka ruang besar bagi peningkatan investasi dan pengembalian kepada para pemegang saham," tulis Sucor Sekuritas.

Dengan asumsi rasio dividen 65%, yield dividen saham ANTM mencapai 10%. Adapun target harga ANTM versi Sucor Sekuritas mencapai Rp5.500 vs harga terakhir Rp2.620.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kinerja Melesat, Saham Antam Diganjar Target Tinggi


Most Popular
Features