OJK Luncurkan Blueprint Keuangan Syariah, Ini Isinya
Makassar, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Blueprint Keuangan Syariah Indonesia sebagai panduan strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah nasional. Peluncuran blueprint tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/11/2026).
Blueprint ini memuat arah pengembangan industri keuangan syariah secara terpadu dan lintas sektor, mulai dari perbankan syariah, pasar modal syariah, hingga industri keuangan nonbank syariah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi berharap kehadiran blueprint tersebut dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun industri keuangan syariah yang lebih berdaya saing sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Harapan kita industri ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini semakin maju dan tujuan akhirnya adalah menyejahterakan masyarakat," ujar pimpinan OJK yang akrab disapa Kiki tersebut dalam pembukaan IIFS.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat dalam Global Islamic Economy Indicator Score 2025-2026. Kiki menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menduduki posisi teratas, mengingat statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Dalam forum yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa salah satu fokus Blueprint Keuangan Syariah Indonesia adalah mendorong diversifikasi produk.
Menurut Dian, pelaku industri keuangan syariah perlu lebih berani menghadirkan inovasi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pengembangan industri syariah tidak hanya mengikuti model bisnis perbankan konvensional, tetapi juga mampu menawarkan produk dengan karakteristik dan keunggulan tersendiri.
Di sisi lain, penguatan kapasitas permodalan juga menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. OJK mencatat total aset industri keuangan syariah nasional telah mencapai Rp3.307 triliun, tumbuh 9% dibandingkan 2025.
Dian menilai pertumbuhan tersebut masih berpeluang ditingkatkan hingga melampaui 10% apabila industri didukung struktur dan kapasitas permodalan yang lebih kuat.
"Saat ini hanya BSI (red: Bank Syariah Indonesia) yang punya kapasitas besar. Ke depan kita ingin ada 3-4 lagi yang strukturnya mendekati atau setara dengan BSI," kata Dian.
(hsy/hsy)