Laba Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Melonjak 47%, Ini Penopangnya

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 18:55 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, (9/4/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bus listrik Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun, atau meningkat 49% secara tahunan alias year on year (YoY) dibandingkan Rp717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan kendaraan listrik komersial serta kinerja positif bisnis manufaktur suku cadang otomotif.

Penjualan kendaraan listrik mencatatkan pendapatan sebesar Rp186 miliar pada 9M26, meningkat 91% (YoY) dari Rp98 miliar pada 9 bulan pertama tahun ini. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan Perseroan meningkat menjadi 17%, dibandingkan 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan sebesar Rp880 miliar, meningkat 41% (YoY) dari Rp623 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial yang juga tumbuh 42% (YoY) berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per September 2026. 


Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,1 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 47% (YoY) dari Rp8,2 miliar pada tahun lalu. Pencapaian ini didukung pengendalian biaya yang lebih baik, seiring peningkatan aktivitas bisnis. 

Dari sisi neraca, hingga akhir September 2026, total aset Perseroan meningkat 13% (YTD) menjadi Rp2.026 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis serta proses produksi sejumlah proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Sementara itu, total liabilitas meningkat 39% (YTD) menjadi Rp768 miliar, sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja untuk mendukung pelaksanaan aktivitas bisnis Perseroan. Ekuitas Perseroan juga meningkat 1% (YTD) menjadi Rp1,258 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang relatif stabil di tengah ekspansi bisnis.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan, pihaknya melihat bahwa perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia semakin membuka peluang bagi VKTR untuk memperluas perannya dalam industri.

"Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan," ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini sendiri, perseroan mencatatkan peningkatan penjualan hingga 235% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bus listrik berkontribusi sebesar 52,5%, sasis 37,7%, transporter listrik 8,2%, dan forklift listrik 1,6%. Pada kuartal III 2026, Perseroan menyelesaikan pengiriman 27 unit bus listrik 12 meter kepada operator Trans Semarang, menjadikan VKTR sebagai penyedia bus listrik pertama bagi layanan transportasi publik tersebut.

Memasuki kuartal IV 2026, Perseroan terus memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik komersial melalui realisasi pengiriman rolling chassis light-duty truck (LDT) untuk kebutuhan pelanggan di sektor industri agribisnis. Perseroan tengah menyelesaikan sejumlah pesanan bus listrik untuk proyek transportasi publik yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an