MARKET DATA

Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
30 October 2026 15:18
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam International Tourism Investment Forum (ITIF) hadir di Jakarta pada Rabu (5/6/2024). (Tangkapan Layar Youtube Kemenparekraf)
Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam International Tourism Investment Forum (ITIF) hadir di Jakarta pada Rabu (5/6/2024). (Tangkapan Layar Youtube Kemenparekraf)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sandiaga Salahuddin Uno membeli saham PT. Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) sebanyak 9,5 juta lembar saham senilai total Rp999,49 juta atau hampir Rp1 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sandiaga yang menjabat sebagai Presiden Komisaris tersebut membeli tersebut dilakukan selama lima hari bursa.

Pembelian dilakukan secara bertahap, pada kisaran harga Rp100 hingga Rp109 per saham. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Sandiaga membeli 4.400.000 saham dengan harga Rp105 hingga Rp109 per saham, senilai sekitar Rp469,6 juta.


Transaksi terbesar pada hari itu adalah 1.900.000 saham di harga Rp106 atau sekitar Rp201,4 juta dan 1.600.000 saham di harga Rp107 atau sekitar Rp171,2 juta.

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, ia menambah 2.159.700 saham di harga Rp101 hingga Rp107 per saham, dengan nilai sekitar Rp226,83 juta. Pembelian terbesar hari itu adalah 800.000 saham di Rp107 atau sekitar Rp85,6 juta.

Hari berikutnya, Rabu, 28 Oktober 2026, ia membeli 2.040.300 saham di harga Rp100 hingga Rp104 per saham, senilai sekitar Rp209,18 juta.

Pembelian terakhir tercatat pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebanyak 915.000 saham sebanyak 550.000 saham di harga Rp103 atau sekitar Rp56,65 juta dan 365.000 saham di harga Rp102 atau sekitar Rp37,23 juta, dengan total sekitar Rp93,88 juta. Secara keseluruhan, harga rata-rata pembelian sekitar Rp105 per saham.

Disebutkan bahwa, Sandiaga menyatakan sebelumnya tidak memiliki saham MUTU, yakni 0,00 unit dengan hak suara 0,00%. Setelah rangkaian pembelian, kepemilikannya naik menjadi 9.515.000 saham atau setara 0,2756% hak suara.

Seluruh transaksi dilakukan secara langsung dengan klasifikasi saham biasa, tanpa perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Tujuan transaksi dicantumkan sebagai investasi.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa transaksi tidak dimaksudkan untuk pengendalian perusahaan.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BEI: Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong


Most Popular
Features