IFG Soroti Literasi Keuangan RI, Sekolah Jadi Sasaran Edukasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi menyoroti literasi keuangan masyarakat Indonesia. Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyampaikan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan industri jasa keuangan nasional.
"IFG bersama anggota holding terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada sektor asuransi, penjaminan, dan investasi," ujarnya dalan keterangannya, Kamis (29/10/2026).
"Kami meyakini bahwa pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan perlindungan risiko dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi," ujar Denny.
Menurutnya, pendekatan edukasi dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut, termasuk melalui pembelajaran interaktif di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan oleh Indonesia Financial Group (IFG).
"Program IFG Goes to School, program ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, risiko finansial di era digital, serta pentingnya proteksi dan manajemen risiko," ucapnya.
Selain melalui edukasi di lingkungan sekolah, peningkatan literasi keuangan juga dilakukan melalui kegiatan publik yang mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan risiko.
"IFG turut menyelenggarakan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Hari Asuransi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi dalam perencanaan keuangan dan perlindungan dari berbagai risiko," sebutnya.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui partisipasi IFG dalam Jogja Financial Festival 2026, yang menjadi salah satu sarana untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pelaku industri jasa keuangan diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan.
"Dengan penguatan literasi sejak dini, generasi muda diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan," tutupnya.
(rob/rob)