Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit, Rosan Tegaskan Posisi RI

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 19:10 WIB
Foto: (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Perkasa Roeslani buka suara soal Pemerintah Singapura yang memanggil para eksekutif senior dari 10 perusahaan yang diduga berpotensi terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

Rosan menilai langkah tersebut tak serta-merta berpengaruh kepada komitmen investasi Singapura ke Indonesia. Rosan mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Dalam pertemuan itu, Vivian mengatakan Singapura tetap siap dan terbuka dengan investasi di Indonesia.


"(Dipanggil Singapura) kalau kita melihatnya ini untuk satu hal yang positif ya. Semuanya kepentingan yang sama untuk apa supaya hal-hal seperti kebakaran hutan dan lahan dan lain-lain bisa terselesaikan dengan baik," ujar Rosan kepada awak media, Kamis (29/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Rosan juga mengatakan akan lebih memperkuat koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Pemerintah terbuka berbicara untuk mendapatkan masukan dari Singapura. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan masukan kepada Singapura agar hubungan antara kedua negara bisa lebih erat dan meningkat ke depannya.

Pemerintah Singapura memanggil para eksekutif senior dari 10 perusahaan yang diduga berpotensi terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia, penyebab kabut asap lintas negara, Rabu (28/10/2026). Laporan dimuat sejumlah laman negeri kota itu, mulai dari Channel News Asia (CNA), The Strait Times, hingga Mothersip.

Para eksekutif tersebut dikatakan berjanji bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan Singapura. Pertemuan dilakukan dengan tiga menteri Singapura bersama Kejaksaan Agung hingga Badan Lingkungan Nasional (NEA).

"Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Senior K. Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu bertemu dengan para pimpinan perusahaan untuk menyampaikan ekspektasi pemerintah serta rencana memperkuat undang-undang guna meminta pertanggungjawaban pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran kabut asap," muat CNA.

"Para menteri didampingi Penasihat Senior Davinder Singh serta pejabat senior dari Kejaksaan Agung, Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency/NEA), dan Kementerian Hukum," tambah laman itu.

Adapun daftar 10 perusahaan dan perwakilannya antara lain:

1. Bumitama Agri: CEO sekaligus Executive Chairman Lim Gunawan Hariyanto

2. First Resources: CEO sekaligus Executive Director Ciliandra Fangiono

3. Golden Agri-Resources: Chairman dan CEO Franky Oesman Widjaja, yang juga mewakili Asia Pulp & Paper (APP) Company dan Asia Pulp & Paper Company (China)

4. Indofood Agri Resources: CEO sekaligus Executive Director Mark Julian Wakeford

5. Kencana Agri: CEO sekaligus Executive Director Albert Maknawi

6. TSH Resources: Chairman Kelvin Tan Aik Pen

7. Wilmar International: Chairman dan CEO Kuok Khoon Hong

8. Sinar Mas Group: Penasihat Senior Bernard Tan


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Pimpin Ratas Bencana Gempa-Erupsi Gunung Anak Krakatau