Laba Emiten Cat Konglo Surabaya (AVIA) Tembus Rp1,38 Triliun
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Emiten cat milik konglomerat Surabaya, Keluarga Tanoko, PTÂ Avia Avian Tbk (AVIA) pada kuartal ketiga 2026 membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp 2,3 triliun, meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, penjualan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 6,9 triliun, tumbuh 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya didukung pertumbuhan volume penjualan solusi arsitektur sebesar 3,5%.
Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 1,38 triliun dengan marjin laba bersih sebesar 20%. Perseroan tetap mampu menjaga margin laba bersih yang solid di tengah tingginya harga bahan baku akibat konflik di Iran dan ketidakpastian kondisi global.Â
Presiden Direktur PT Avia Avian Tbk, Wijono Tanoko mengatakan pihaknya terus menjalankan strategi secara konsisten untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Pada kuartal ketiga 2026, perusahaan juga menambah tiga pusat distribusi milik sendiri, sehingga totalnya mencapai 150 pusat distribusi. Ekspansi ini memperkuat jangkauan Perseroan dalam melayani pelanggan di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendukung ketersediaan produk dan kecepatan pengiriman.
Di sisi lain, AVIA juga memperkuat portofolio produknya dengan meluncurkan dua produk inovasi tambahan pada kuartal ketiga, sehingga total produk inovasi yang diperkenalkan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai 11 produk baru.
Memasuki kuartal terakhir 2026, AVIA akan terus berfokus pada penguatan hubungan pelanggan, optimalisasi jaringan distribusi, serta peningkatan efisiensi operasional. Perseroan tetap menjalankan strategi pertumbuhan dengan disiplin untuk memperkuat kepemimpinannya di industri cat dekoratif Indonesia.
"Kepercayaan pelanggan menjadi fondasi pertumbuhan kami. Dengan terus menghadirkan produk yang relevan dan memperkuat kualitas layanan, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Wijono.
(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]