Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Robertus Andrianto Serin, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 16:28 WIB
Foto: FAISAL RAHMAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Penasihat Kadin meminta para pengusaha anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Hashim Sujono Djojohadikusumo menyoroti pernyataan MSCI yang menilai bahwa bursa RI berpotensi turun kelas dari status emerging market ke standalone market.

"Kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering," ujarnya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2026, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi masalah besar berupa seolah-olah berkurangnya kepercayaan investor asing. Ia menyebut jika status Indonesia diturunkan menjadi standalone market, banyak dana akan keluar karena terpaksa. Ia meminta persoalan ini ditangani agar tidak di luar kendali.

"Banyak akan nanti keluar karena terpaksa Kalau kita di downgrade menjadi standalone market," imbuhnya.

Hashim mengatakan, salah satu aspek yang disoroti oleh MSCI adalah adanya indikasi praktik tidak sehat di pasar saham Indonesia, yakni saham-saham yang digoreng. Meskipun ia tidak menyebut pihak atau saham tertentu, menurutnya, hal itu menjadi sorotan para invetor asing.

"Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan Oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing Ini adalah Kalau free float-nya terpangkas PE Rasio-nya itu gila-gilaan. Tidak masuk akal Ini yang dipersoalkan," ungkapnya.

Hashim memperingatkan, jika investasi asing keluar dari pasar saham, rupiah bisa melemah. Dalam hitungannya, rupiah bisa mencapai Rp20.000-21.000, sementara ada pihak yang menyebut Rp22.000. Kondisi itu akan membuat pinjaman luar negeri lebih mahal dan, menurutnya, dapat menjadi bencana dan malapetaka serta berdampak politik yang sangat negatif.

"Ini masalah sangat-sangat serius. Karena kalau investasi luar negeri keluar dari perusahaan saham kita, Rupiah bisa semakin lemah," tutupnya.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video; Racikan MI Hadapi Isu MSCI, Duit Investor Lari ke Mana?