Sebelum RI, MSCI Ancam Turki Turun Kelas
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan pasar modal Indonesia bukan satu-satunya yang akan diturunkan statusnya oleh MSCI.
Dradjad mengatakan sebelumnya ada bursa saham Turki yang juga akan diturunkan dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar mandiri (standalone market) atau pasar perbatasan (frontier market).
"MSCI juga melakukan analisis sama terhadap Turki. Baru kemarin sama. Turki juga kena seperti kita tapi memang dia levelnya masih, dia dikasih waktu kalau nggak salah sampai Juni bahasanya mirip-mirip," kata Drajad kepada awak media di kantornya, Jakarta pada Jumat (16/10/2026).
Mengutip Reuters, MSCI menangguhkan perubahan tertentu pada indeks pasar saham Turki. Seiring dengan perlunya lebih banyak waktu untuk mengevaluasi reformasi pasar.
MSCI seraya memperingatkan adanya kemungkinan penurunan status (downgrade) jika tidak ada kemajuan yang memadai hingga pertengahan 2027.
Pasar saham Turki telah mendapat sorotan dari para investor terkait perhitungan saham yang beredar di publik (free-float) serta dugaan adanya praktik perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham.
MSCI menyatakan jika tidak terlihat kemajuan yang memadai hingga Juni 2027, mereka dapat mengambil langkah lebih lanjut, termasuk melakukan konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status Turki dari emerging market menjadi frontier market atau standalone market.
"Investor institusional perlu melihat penegakan hukum yang kredibel dan berkelanjutan terhadap praktik perdagangan terkoordinasi, serta standar pengungkapan yang memungkinkan verifikasi independen atas jumlah free-float untuk sekuritas Turki," ungkap MSCI dikutip Reuters, Jumat (16/10/2026).
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]