Program '1 Orang 1 Rekening' Prabowo Masih Tunggu Aturan

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 09:45 WIB
Foto: Ilustrasi Menabung (Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bakal melaksanakan program satu orang satu rekening. Dalam hal ini, pemerintah tengah menyiapkan seluruh regulasi sebagai landasan hukum pembukaan rekening gratis untuk Warga Negara Indonesia di desil satu hingga empat yang berusia 17 tahun ke atas dan belum memiliki rekening.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan program ini mulai berjalan pada kuartal IV-2026, secara spesifik November atau Desember. Namun, realisasinya masih tergantung kesiapan regulasi yang digunakan sebagai landasan hukum tersebut.


"Ya kita sedang siapkan seluruh regulasi, November atau Desember lah kita lihat," ujar Airlangga kepada awak media, dikutip Jumat (23/10/2026).

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan program ini ditargetkan berjalan pada 2027. Namun, Tito mengatakan akan menunggu perintah dari Airlangga. Sebab, Airlangga ditunjuk oleh Prabowo sebagai koordinator pelaksanaan program ini.

Hal yang terang, Kementerian Dalam Negeri sudah menyiapkan tim teknis dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain itu, Himpunan Bank Negara juga sudah menyiapkan tim teknis. Nantinya, pemerintah akan melakukan pencocokan antara data dari Himbara yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara dan Dukcapil. Pemerintah akan menyaring siapa saja WNI berusia 17 tahun ke atas dari desil satu sampai empat yang belum memiliki rekening. Namun, pencocokan data belum dilakukan karena masih menunggu perintah dari Airlangga. Pemerintah juga masih menunggu kesiapan perbankan.

"Rekonsiliasi (data) belum dilakukan. Saya nunggu perintah dulu, nunggu komando dari Pak Menko (Airlangga), setelah dapat arahan dari Presiden (Prabowo Subianto), sudah. Pak Menko nunggu kesiapan perbankan juga," ujar Tito.

Anggaran program satu orang satu rekening turun 66,32% menjadi hanya Rp1,28 triliun pada 2026. Sedianya, pemerintah harus merogoh kocek Rp3,8 triliun demi pembukaan rekening gratis bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari usia 17 tahun.

Airlangga mengatakan telah melakukan pemeriksaan silang terhadap target penerima program ini. Hasilnya, pemerintah hanya menemukan 25 juta WNI di desil satu sampai empat dari usia 17 tahun yang belum memiliki rekening. Angka ini berkurang drastis dari sasaran awal sebanyak 74 juta WNI.

"Ya karena jumlahnya kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening kita pemeriksaan silang datanya. Dari desil satu sampai empat yang belum punya rekening jadi kita sisir datanya," ujar Airlangga kepada awak media, Kamis (22/10/2026).

Anggaran sebesar Rp1,28 triliun dibutuhkan karena pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50.000 bagi masyarakat yang belum memiliki rekening. Menurut Airlangga, data penerima akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pelaksanaan program akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Bagi-Bagi Rekening Gratis Agar Bansos Tepat Sasaran