Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau. IHSG berada di level 5.328,36, naik 49,47 poin atau 0,94% dari penutupan sebelumnya di level 5.278,89.
Pergerakan indeks sepanjang hari berlangsung dramatis. IHSG dibuka di level 5.310,85, lalu tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 5.185,36 pada sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah itu, indeks perlahan bangkit dan menguat bertahap hingga siang hari. Penguatan semakin terlihat pada sesi II, hingga IHSG menembus level 5.300 dan mencapai titik tertinggi harian di 5.328,36, tepat di level penutupan. Dengan demikian, rentang pergerakan harian mencapai sekitar 143 poin.
Pembalikan arah ini kontras dengan kondisi sesi I, ketika IHSG sempat melemah 0,84% ke level 5.234,36 dan sebelumnya di level 5.209,5 (turun 1,31%) pada pagi hari.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat 299,97 juta lot dengan nilai transaksi Rp15.882,28 miliar. Investor asing mencatat beli Rp6,1 triliun dan jual Rp6,7 triliun, sehingga membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sekitar Rp0,6 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 1.827.719 kali.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah hingga Danantara dalam merespons pengumuman MSCI, aksi pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten konglomerat, serta arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penegakan aturan di pasar modal.
Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Rabu (21/10/2026) juga masih dibayangi sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Fokus utama investor tertuju pada pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) hari ini.
Dari mancanegara, keputusan bank sentral China yang kembali menahan suku bunga serta rilis data ketenagakerjaan Inggris turut mewarnai arah pasar.
Bayang-bayang MSCI belum sepenuhnya hilang. Kekhawatiran bahwa Indonesia bisa diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi pemicu utama aksi jual besar-besaran pekan lalu. Pasar kini menanti realisasi pembelian saham oleh Danantara, sekaligus menguji apakah reli saham BUMN dapat berlanjut.
(rob/rob)