MARKET DATA

Short Selling Dibuka, IHSG Naik 0,16%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
01 October 2026 09:07
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakata, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Stockbit pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 6.081,09, naik 9,95 poin atau 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.071,14.

Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat tertekan pada menit-menit pertama. IHSG dibuka di posisi 6.062,89, lebih rendah dari penutupan sebelumnya, dan menyentuh level terendah harian di 6.062,81. Namun, tekanan tersebut tidak bertahan lama. Indeks terus bergerak naik hingga mencapai level tertinggi di 6.085,17, sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran 6.081.

Dari sisi aktivitas perdagangan, hingga pukul 09.02 WIB tercatat volume transaksi sebesar 47,47 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp545,4 miliar. Dibandingkan data pukul 09.00 WIB, ketika volume tercatat 35,76 juta lot dan nilai transaksi Rp335,62 miliar, aktivitas perdagangan meningkat cukup signifikan hanya dalam waktu dua menit.


Memasuki perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026), pelaku pasar dalam negeri akan mencermati berbagai sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Dari domestik, perhatian tertuju pada rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kebijakan short selling mulai hari ini, 1 Oktober 2026. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, investor yang ingin melakukan transaksi dengan skema ini wajib memiliki modal awal minimal Rp 50 juta.

Investor yang ingin menggunakan skema short selling harus terlebih dahulu mendaftar diri ke perusahaan sekuritas atau Anggota Bursa (AB) yang menyediakan layanan tersebut. Bahkan, investor wajib memiliki rekening reguler sekurang-kurangnya selama 6 bulan sebelum bisa menggunakan skema short selling.

Adapun saham-saham yang dapat ditransaksikan mencakup lima saham, yakni PT. Astra International Tbk. (ASII), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

Baru dua perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan tersebut, yakni Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.

Sementara sentimen eksternal, perkembangan perang masih membayangi pasar, di tengah penguatan manufaktur China, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi, serta revisi naik pertumbuhan ekonomi AS.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap! BEI Buka Lagi Short Selling Mulai Hari Ini


Most Popular
Features