Saham Teknologi Rebound, Bursa Asia Dibuka Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dengan saham Korea Selatan memimpin kenaikan di tengah rebound sektor teknologi.
Sentimen positif muncul setelah optimisme terhadap hasil kuartalan terbaru SpaceX kembali mengangkat minat investor terhadap investasi infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,8%, memulihkan sebagian kerugian pada perdagangan Selasa, sementara indeks Kosdaq yang didominasi saham berkapitalisasi kecil melonjak lebih dari 2%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,4% dan Topix naik 0,93%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak datar.
Saham teknologi Asia mencatatkan rebound secara luas setelah aksi jual tajam sebelumnya menekan sektor tersebut. Optimisme terhadap kinerja kuartalan SpaceX turut memperbaiki sentimen investor terhadap prospek investasi infrastruktur AI, termasuk perusahaan penyedia layanan komputasi awan khusus atau neocloud.
Di Korea Selatan, saham produsen cip memori SK Hynix melonjak 6,38%, sementara saham Samsung Electronics menguat 5,03%. Kenaikan ini terjadi di tengah pemulihan saham teknologi setelah tekanan jual yang sebelumnya membebani sektor tersebut.
Saham Elice, perusahaan Korea Selatan yang bergerak di bidang infrastruktur AI, melesat 29,92% setelah anjlok lebih dari 30% pada debut perdagangannya Selasa. Pembalikan arah tersebut terjadi setelah debut yang mengecewakan memicu kekhawatiran investor mengenai kemampuan perusahaan infrastruktur AI mengubah belanja besar menjadi keuntungan yang berkelanjutan.
Di Jepang, saham perusahaan semikonduktor juga bergerak menguat seiring pulihnya sentimen terhadap sektor teknologi. Saham Advantest, produsen peralatan pengujian cip, naik 5,31%, sedangkan Tokyo Electron menguat 3,02% dan SoftBank Group melonjak 4,70%.
Analis teknologi Yorkville Ives, Dan Ives, menilai hasil kuartalan SpaceX memberikan sinyal positif bagi perusahaan penyedia infrastruktur komputasi AI secara global. Ia juga menilai saham-saham Korea Selatan telah mengalami penurunan berlebihan.
"Kinerja kuartalan SpaceX membuat para investor global bullish, dan menurut saya saham-saham Korea sudah terkoreksi terlalu dalam.," ujar Ives.
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme bahwa perkembangan bisnis terkait AI dapat kembali mendorong minat investor terhadap saham teknologi, meskipun kekhawatiran mengenai profitabilitas investasi infrastruktur AI masih membayangi sektor tersebut.
(fsd/fsd)