Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Siap Borong Saham BUMN
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria juga dipanggil oleh Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan. Namun, ia belum dapat memastikan apakah pertemuan tersebut akan membahas efek dari langkah MSCI yang menghantam pasar saham Indonesia sejak Jumat (16/10/2026) kemarin.
Seperti diketahui, MSCI meluncurkan pengumuman konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal tersebut direspon negatif oleh para pelaku pasar hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat longsor meninggalkan level 5.000.
"Saya belum tahu," kata Dony di Istana Negara, Senin (19/10/2026).
Dony hanya menyampaikan bahwa, transformasi yang dilakukan oleh para regulator pasar modal, termasuk rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat berjalan dengan baik.
"Berjalan baik ya itu bagian dari transformasi bursa kita," tuturnya.
Selain itu, Dony juga mengaku bahwa Danantara akan masuk ke pasar modal dengan membeli saham-saham perusahaan pelat merh yang memiliki kinerja dan fundamental yang baik.
"Kalo bagus kita beli utamanya saham BUMN. Dan menambah kepemilikannya. Kita akan cek, saham-saham yang bagus yang fundamental bagus," sebutnya.
Sementara terkait dengan fenomena IHSG yang masih terjerembab di zona merah, kata Dony merupakan dinamika yang biasa terjadi di industri keuangan aset berisiko tinggi. "Biasa itu dinamika. Dan pelan-pelan," ucapnya.
Menurutnya, yang paling utama adalah fundamental pasar modal Indonesia masih dalam kondisi baik. Sehingga mendorong Dananara untuk terus menambah kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan tercatat di lantai bursa.
"Yang paling penting fundamental kita bagus. Karena itu dari Danantara investment. Manajemen akan menambah kepemilikannya, sayang dong. Jadi nggak ada masalah. Kita akan ambil tambah kepemilikan kita Insya Allah," tutupnya.