AS Tekan China untuk Beri Akses Pasar ke Mastercard & Citigroup

Martya Rizky, CNBC Indonesia
Minggu, 18/10/2026 14:30 WIB
Foto: Ilustrasi Mastercard. (REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak China membuka akses pasar bagi perusahaan keuangan AS, termasuk Mastercard, Visa, dan Citigroup. Desakan itu disampaikan dalam sedikitnya dua pertemuan bilateral dengan pejabat China di Bangkok pekan ini.

Seorang pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan, delegasi yang dipimpin Wakil Menteri Francis Brooke membahas akses pasar dan persetujuan regulasi bagi perusahaan AS. Pembicaraan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Washington bulan lalu.


Melansir CNBC Internasional, kemajuan mulai terlihat setelah bank sentral China pada 13 Oktober mengizinkan Visa mempersiapkan bisnis kliring kartu domestik yang sepenuhnya dimiliki perusahaan tersebut. Visa memiliki waktu hingga satu tahun untuk mempersiapkan diri sebelum mengajukan izin operasi.

Sementara itu, Mastercard saat ini menjalankan layanan pembayaran kartu yuan melalui usaha patungan dengan NetsUnion Clearing Corp. sejak 2024. Persetujuan baru nantinya memungkinkan Mastercard beroperasi secara independen di China.

Citigroup juga tengah mengupayakan lisensi sekuritas yang sepenuhnya dimiliki untuk menjalankan bisnis pialang saham, penjaminan emisi, riset, dan perdagangan di pasar domestik China. Bank tersebut telah mengajukan permohonan sejak akhir 2021.

Meski sejak 2018 China melonggarkan kepemilikan asing di sejumlah sektor keuangan, industri pembayaran masih didominasi pemain domestik yang didukung negara. Pemerintah China juga tetap membatasi arus modal lintas negara.

Direktur China Eurasia Group, Dan Wang, menilai langkah tersebut menunjukkan Beijing ingin menjaga momentum hubungan dagang dengan Washington.

"Langkah ini menunjukkan bahwa lingkungan perdagangan AS-China tetap kondusif, dan Beijing berkeinginan untuk mempertahankan momentum tersebut," kata Wang, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (18/10/2026).

Namun, ia menilai pemberian lisensi bagi perusahaan keuangan AS masih merupakan "konsesi terbatas" dalam akses pasar. Meski demikian, langkah itu dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset China.

Adapun Trump dan Xi dijadwalkan kembali bertemu di Shenzhen, China, dalam KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November mendatang.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dorong Eksplorasi Migas RI, Investor Hadapi Tantangan Ini