Mantap! BBRI Jadi Bank Paling Cuan di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kinerja intermediasi perbankan melanjutkan tren penguatan dengan profil risiko yang terjaga. Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 kembali terakselerasi ke 12,67% yoy menjadi sebesar Rp9.081 triliun.
Sementara itu, kualitas kredit membaik dengan rasio NPL gross turun ke 2,09% dan NPL net terjaga di 0,82%. Sedangkan Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,47%. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,47%.
OJK juga mencatat ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR tercatat sebesar 23,70%.
Peningkatan dan perbaikan kualitas mesin kredit menjaga kinerja laba perbankan, di mana bank-bank besar masih getol menghasilkan laba.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi bank dengan raihan laba terbesar di Tanah Air mencapai Rp31,18 triliun. Kemudian disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di posisi kedua, dengan capaian laba Rp30,41 triliun pada semester I-2026. Di tempat ketiga, ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang mampu mencetak laba bersih Rp29,54 triliun.
Tidak ketinggalan ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, di mana masing-masing menghasilkan laba Rp10,8 triliun dan Rp4,16 triliun.
Kinerja laba perbankan tidak bisa dimungkiri turut terpengaruh oleh kemampuan bank mengelola operasional yang juga terlihat dari tingkat marjin bunga bersih (NIM) masing-masing bank. Adapun untuk posisi lima besar bank dengan laba terbesar di NKRI antara lain BBRI dengan NIM 6,40%, BSI punya NIM 5,42%, BBCA dengan NIM 5,32%, Bank Mandiri NIM 4,34% dan BBNI dengan NIM 3,55%.
(bul/bul)