Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 12:55 WIB
Foto: Profil Dony Oskaria. (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan membentuk perusahaan hasil merger dari 23 entitas dibidang perusahaan industrial estate. Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, rencananya, perusahaan BUMN yang diberi nama PT. Kawasan Industri Indonesia tersebut akan diresmikan pada tanggal 5 November 2026.

"Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger diharapkan nanti bulan tanggal 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate.Kita menjadi satu perusahaan industrial estate," kata Dony saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/101/2026).

Dony menjabarkan, hal ini sebagai dukungan pemerintah yang menginginkan ekosistem kawasan industri berkontribusi besar dalam roda perekonomian Indonesia ke depan. "Karena hampir semua negara maju itu ekonominya didukung oleh industri yang kuat," ucapnya.


Meskipun demikian, terkait mekanisme sewa dan hal lainnya masih dalam tahap kajian. "Kita juga melakukan mereview kemali bisnis model daripada kawasan industri kita," imbuhnya.

Alasan pembentukan usaha ini juga bertujuan untuk percepatan investasi untuk masuk ke Indonesia. Ke depannya, kata Dony, akan dibangun ekosistem lainnya di kawasan tersebut seperti sekolah, properti, hingga mencakup industri energi, fiber optic yang dapat menjadi sumber pendapatannya.

"Di mana ke depannya tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan tetapi tanah itu akan kita berikan secara cuman-cuman tetapi pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan. Karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri," jelasnya.

Harapannya, pembentukan usaha tersebut dapat memiliki kinerja yang kompetitif dan dapat bersaing secara global. Sebab, perusahaan tersebut akan menjadi industrial estate terbesar di Asia Tenggara dengan total lahan yang dikelola mencapai 35 ribu hektare.

"Itu menjadi transformasi dari perusahaan industrial estate yang kita punya," tutupnya.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Danantara Soal Kinerja BUMN: 97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan