MARKET DATA

Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 August 2026 06:00
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel buka suara terkait kabar rencana merger dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Perseroan menyatakan secara berkala mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang.

Respons tersebut disampaikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza

"Sebagai bagian dari TelkomGroup, Mitratel secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai opsi strategis dalam rangka mendukung pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang," ujar Ahmad Reza dalam keterangan kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Namun, Telkom belum memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai informasi spesifik terkait rencana penggabungan Mitratel dengan Tower Bersama.

"Terkait informasi spesifik tersebut, saat ini Perseroan belum dapat memberikan komentar lebih lanjut," katanya.

Telkom menegaskan apabila terdapat informasi material yang perlu disampaikan kepada publik, perseroan akan menyampaikannya melalui mekanisme keterbukaan informasi dan saluran resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, beredar kabar pasar bahwa Mitratel telah meminta penasihat untuk mengajukan rencana terkait kemungkinan merger dengan Tower Bersama. 

Sebagai informasi, pembicaraan serupa pernah terjadi pada 2015 ketika Tower Bersama berencana mengakuisisi saham Mitratel. Namun, transaksi tersebut akhirnya batal setelah tidak memperoleh persetujuan lebih lanjut. 

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juli 2026, Mitratel dikendalikan oleh Telkom yang menggenggam 71,83%. Kemudian sebanyak 5,33% dikempit oleh pemerintah Singapura dan 5,97% digenggam oleh Indonesia Investment Authority (INA) melalui PT Maleo Investasi Indonesia.

Saat ini, Mitratel merupakan perusahaan menara telekomunikasi yang sekitar 72% sahamnya dimiliki Telkom. Mitratel mengoperasikan lebih dari 39.000 menara di Indonesia.

Sementara itu, TBIG merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono melalui Bersama Digital dengan kepemilikan 81,29%. Selain itu anak usaha Saratoga Investama Sedaya (SRTG), PT Wahana Anugerah Sejahtera menggenggam 9,37%.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Tembus Rp1,11 T, MTEL Genjot Pertumbuhan Bisnis di Luar Menara


Most Popular
Features