Danantara & Bakrie Kompak Borong Migas AS, Ini Profil HighPeak Energy

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 12:20 WIB
Foto: Dokumentasi ESDM

Jakarta, CNBC Indonesia - HighPeak Energy, Inc. kini jadi incaran investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT. Danatara Investment Manajement (DIM) hingga grup Bakrie PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG). Jumlah investasi keduanya cukup besar yang mana DIM menggelontorkan dana sebsar US$ 250 juta, sementara ENRG sebesar US$ 200 juta.

Mengutip website resminya, HighPeak Energy, Inc. merupakan perusahaan minyak dan gas alam independen yang bergerak dalam akuisisi, pengembangan, dan produksi cadangan minyak, gas alam, dan NGL (Natural Gas Liquids). HighPeak berkantor pusat di Fort Worth, Texas.

Perusahaan migas yang terdaftar di Nasdaq dengan ticker HPK tersebut berfokus pada pengembangan cadangan minyak dan gas alam non-konvensional tersebut beroperasi di Cekungan Midland, terutama di wilayah Howard dan Borden, Texas, serta pada skala yang lebih kecil di wilayah Scurry dan Mitchell. HighPeak berkantor pusat di Fort Worth, Texas.

HighPeak Energy memiliki posisi yang kuat di industri minyak karena menguasai lahan seluas lebih dari 140.000 net acres yang sebagian besar berada di Howard County, Texas, kawasan yang merupakan bagian dari Midland Basin, salah satu wilayah penghasil minyak utama di Amerika Serikat.


Lebih dari 90% aset tersebut dioperasikan sendiri oleh perusahaan, sehingga HighPeak memiliki kendali besar atas kegiatan operasionalnya.

Karena lahan yang dimiliki saling berdekatan, perusahaan juga dapat menjalankan pengeboran dan produksi secara lebih efisien. Selain itu, produksi HighPeak lebih banyak berasal dari minyak dibandingkan gas, sehingga perusahaan memiliki persentase oil cut tertinggi dibandingkan perusahaan sejenis di kawasan Permian Basin. Kombinasi skala aset, efisiensi operasional, dan dominasi produksi minyak tersebut membuat HighPeak memiliki margin operasional yang relatif lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan, transaksi investasi yangs ebesar US$ 250 juta tersebut dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) dalam beberapa tahap. Investasi ini memberikan DIM akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.

Melalui investasi ini, DIM memperluas portofolio energi Indonesia di skala global, sejalan dengan misinya untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis bagi Indonesia.

"Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara manajemen ENRG dengan investasi yang sebesar US$ 200 juta tersebut dapat memperoleh sinergi berupa transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio perseroan dan aset-aset HighPeak, terutama lewat paparan terhadap praktik operasional, teknologi, dan kapabilitas di industri hulu migas Amerika Utara.

'Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham Perseroan, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investasi tersebut akan didanai secara independen oleh perseroan, sehingga EMP tetap dapat memanfaatkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal.

Dalam transaksi ini, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sedangkan Milbank LLP sebagai penasihat hukum perseroan.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Danantara Soal Kinerja BUMN: 97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan