MARKET DATA

Soal Proyek Data Center, Rosan Akan Komunikasi dengan Pemprov Jabar

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
01 October 2026 09:45
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Rosan Perkasa Roeslani memberi pemaparan saat  Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Ke
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan dirinya akan berbicara langsung dengan Pemprov Jawa Barat terkait proyek pembangunan data center milik BDx di Jatiluhur.

Pernyataan tersebut merespons Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghentikan sementara kelanjutan pembangunan proyek raksasa tersebut.

"Ya nanti ini kan saya baru balik, nanti saya bicara dengan mereka," katanya, dikutip Kamis (1/10/2026).


Seperti diketahui, pemberhentian sementara pembangunan pusat data (data center) BDx di Jatiluhur karena belum memenuhi persyaratan pembangunan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana untuk meninjau kembali sejumlah perizinan proyek data center lainnya di wilayah tersebut.

"Akan ditinjau, sehubungan beberapa perizinan dikeluarkan oleh pihak kabupaten. Diharapkan pemerintah kabupaten dapat lebih optimal dalam pengawasan di lapangan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, kepada CNBC Indonesia, Rabu (30/9/2026)

Proyek pembangunan data center AI BDx di Jatiluhur telah dimulai pada 22 September 2026. Bangunan itu berada di atas lahan 8.000 meter dengan pengembangan 11 hektare.

Rencananya proyek yang berjarak lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur itu akan memiliki kapasitas hingga 640 MW.

Pasokan listriknya sendiri berasal dari PLN dalam kerangka jaringan listrik nasional Indonesia dan menjajaki jalur energi rendah karbon. Termasuk juga memanfaatkan skema tenaga air bersama PJT, untuk energi bersih yang berkelanjutan.

Data center CGK4 ini akan dikembangkan selama tiga tahun. Pembangunan telah dimulai pada Gedung 1, dan akan beroperasi secara bertahap untuk memenuhi permintaan AI yang meningkat.

Di Gedung 1, data center itu akan berkapasitas 120 MW secara bertahap. Operasionalnya sendiri direncanakan mulai awal 2027 mendatang.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditawari Rp 471 Miliar, Ibu-Anak Petani Malah Usir Raksasa AI


Most Popular
Features