Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (1/10/2026), dengan investor mencermati prospek inflasi Amerika Serikat (AS), imbal hasil Treasury yang masih tinggi, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Melansir CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,86%, sementara Topix turun 0,44%. Di Korea Selatan, indeks acuan Kospi turun 0,8%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq dibuka relatif datar.
Sementara itu, pasar saham China daratan dan Hong Kong ditutup karena libur.
Investor memasuki bulan perdagangan baru dengan mempertimbangkan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, di tengah imbal hasil Treasury AS yang masih tinggi dan ketidakpastian mengenai keputusan suku bunga The Fed berikutnya. Keputusan tersebut dijadwalkan pada akhir Oktober, sementara pelaku pasar juga menantikan rilis laporan keuangan terbaru dari sejumlah perusahaan.
"While those factors remain headwinds, corporate earnings have continued to show resilience," kata Tracie McMillion, Head of Global Asset Allocation Strategy Wells Fargo Investment Institute. Menurutnya, pertanyaan utama saat ini adalah apakah kekuatan kinerja laba perusahaan dapat berlanjut ketika biaya pinjaman masih berada di level tinggi.
Imbal hasil Treasury AS bergerak naik meskipun indeks harga personal consumption expenditures (PCE) untuk Agustus menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks tersebut meningkat 3,4% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan konsensus Dow Jones sebesar 3,7%.
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun sempat menembus 5,3% pada Rabu (30/9/2026), mendekati level tertinggi sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melampaui 5,6%, mencapai level tertinggi sejak 2002.
Pada perdagangan Kamis, investor akan mencermati data initial jobless claims AS yang dijadwalkan dirilis pukul 08.30 waktu Eastern Time (ET). Data tersebut akan diikuti laporan ketenagakerjaan AS untuk September yang akan dirilis pada Jumat.
Dari sisi korporasi, investor juga akan mencermati laporan keuangan Nike yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan bursa AS. Rilis tersebut menjadi salah satu laporan kinerja perusahaan yang akan menjadi perhatian pasar pada awal bulan perdagangan baru
(rob/rob)