MARKET DATA

Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
02 November 2026 08:56
Papan elektronik menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan, di ruang transaksi sebuah bank, di Seoul, Korea Selatan, 7 April 2025. Yonhap/via REUTERS
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak melemah pada awal perdagangan pekan ini, Senin (2/11/2026). Para investor mencermati tekanan saham teknologi global serta rilis laporan keuangan perusahaan, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), dan pemilihan paruh waktu AS.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,54%, sedangkan indeks Topix terkoreksi 0,74%.

Tekanan lebih dalam terjadi di pasar Korea Selatan. Indeks Kospi melemah 1,39% pada awal perdagangan, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,81%.

Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turut bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 0,24%.


Pelemahan bursa Asia terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street kompak mencatatkan penurunan sepanjang pekan lalu. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi kurang dari 1%, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan lebih besar sebesar 2%.

Tekanan terhadap pasar saham AS terutama berasal dari sektor teknologi. Investor semakin mencermati prospek perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya terkait keberlanjutan belanja modal untuk membangun infrastruktur AI.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah Alphabet dan Microsoft memberikan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, Amazon mempertahankan panduan capex tahunannya.

Kondisi ini memicu tekanan jual pada saham teknologi, meskipun pasar sebelumnya sempat mendapatkan sentimen positif dari pengajuan dokumen penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) Anthropic.

Sepanjang Oktober, Nasdaq bahkan mencatatkan penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Indeks S&P 500 juga berakhir melemah akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi perusahaan teknologi di sektor AI.

Di sisi lain, Dow Jones justru berhasil menguat hampir 2% pada Oktober. Kenaikan tersebut didukung peralihan investasi ke sektor-sektor defensif, seperti layanan kesehatan.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham Teknologi Rontok Tertekan Aksi Jual, Bursa Asia Berguguran


Most Popular
Features