Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%
Jakarta, CNCB Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (30/9/2026) di zona hijau. Pada awal sesi, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 6.138,5, naik 16,8 poin atau 0,27 persen dari penutupan sebelumnya di 6.121,70.
Pergerakan indeks pada awal sesi cukup dinamis. IHSG dibuka di level 6.118,05, sedikit di bawah penutupan hari sebelumnya, dan level itu sekaligus menjadi posisi terendah sejauh ini. Tekanan tersebut tidak bertahan lama. Indeks berbalik arah dan naik hingga menyentuh level tertinggi di 6.141,11, lalu bertahan di sekitar 6.138 hingga 6.139.
Dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi tercatat cukup ramai untuk awal sesi. Volume perdagangan mencapai 10,12 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp297,01 miliar.
Memasuki perdagangan hari ini, pelaku pasar dalam negeri masih akan dihadapkan pada berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
Pelemahan harga minyak bisa mengurangi tekanan pasar hari ini tetapi pernyataan hawkish The Fed bisa membuat investor cemas.
Pasar global juga menunggu dua kabar penting dari AS hari ini yakni inflasi PCE dan data pertumbuhan ekonomi.
Harga minyak dunia melemah pada Selasa (29/9/2026), seiring pemulihan ekspor minyak Timur Tengah meredakan kekhawatiran pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Minyak Brent turun 2,6% menjadi US$102,59 per barel, sedangkan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Meski terkoreksi, Brent masih menuju kenaikan bulanan sekitar 13% dan WTI sekitar 4%.
Sentiman lainnya, investor juga menyoroti, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang menyatakan The Fed masih memiliki waktu untuk mencermati data ekonomi sebelum kembali menaikkan suku bunga. Namun, satu kenaikan tambahan kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG dan rupiah masih merupakan dinamika pasar yang perlu dilihat dalam perspektif jangka menengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus memantau pergerakan nilai tukar, sementara di pasar saham BEI juga telah kembali mengaktifkan transaksi short selling sejak 15 September 2026.
(rob/rob)