Top! KUR Bank Mandiri Tembus Rp29,53 T Hingga Agustus 2026

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Selasa, 29/09/2026 15:23 WIB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Mandiri (BMRI) memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama pada sektor produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri menyalurkan KUR sebesar Rp29,53 triliun atau mencapai 72,03% dari target tahun ini sebesar Rp41 triliun.

Penyaluran tersebut menjangkau 223.284 debitur UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis dan meningkatkan skala usahanya.

Komitmen terhadap sektor produktif tercermin dari komposisi penyaluran KUR Bank Mandiri. Hingga delapan bulan pertama 2026, sebesar 64,48% atau Rp19,04 triliun KUR Bank Mandiri mengalir ke sektor produksi, sementara 35,52% atau Rp10,48 triliun mengalir ke sektor non produksi.


Rinciannya, sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan penyaluran mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32%, diikuti sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun atau 21,92%, serta industri pengolahan sebesar Rp2,28 triliun atau 7,75%. Penyaluran juga mencakup sektor perikanan sebesar Rp424 miliar atau 1,44% dan sektor pertambangan sebesar Rp14,62 miliar atau 0,05%.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan komposisi ini menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan terhadap sektor produksi yang memiliki peran dalam menyerap lebih banyak tenaga kerja, menciptakan nilai tambah, dan mendukung program strategis nasional.

Dia menegaskan penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.

"Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan usaha pada sektor produksi berperan penting terhadap aktivitas perekonomian nasional. Ketika UMKM khususnya pada sektor produksi bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional,"ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (29/9/2026).

"Karena itu, pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung Sektor Produksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," tambah dia.

Lebih lanjut, hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1%. Di sisi lain, Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.

Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri menyalurkan Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Sepanjang periode 2026, penyaluran KUR kepada debitur baru mencapai 157.839 debitur atau 71,75% dari target tahun 2026 sebanyak 220.000 debitur.

"Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi bank berlogo pita emas ini dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan," kata dia.

Dia menambahkan dalam semangat HUT ke-28 Bank Mandiri, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan menghadirkan pertumbuhan yang memberikan manfaat lebih luas.

"Melalui tema 'Tumbuh Bersama Majukan Indonesia', Bank Mandiri ingin memastikan pertumbuhan Perseroan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan nasabah, UMKM, pelaku usaha, serta masyarakat di berbagai daerah," ungkap Bayu.

"Bagi Bank Mandiri, pertumbuhan memiliki makna ketika dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang. Kami ingin hadir melayani sepenuh hati, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan membangun sinergi ekosistem agar pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian," pungkas Bayu.

Dia menegaskan ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pelaku dalam ekosistem usaha untuk memperluas akses pembiayaan produktif. Langkah ini menjadi komitmen Perseroan dalam mendorong sektor-sektor strategis, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Sebut Bank Mandiri Sukses Cetak Talenta Unggul