BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Selasa, 29/09/2026 11:35 WIB
Foto: Logo Bank Indonesia (BI). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) merespons situasi pelemahan rupiah pasca meningkatnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Sederet kebijakan akhirnya diluncurkan.

Pada pukul 09.55 WIB rupiah bahkan telah terdepresiasi 0,19% ke posisi Rp18.000/US$, menurut data Refinitiv.


"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya," ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026)

Erwin menjelaskan, pihaknya akan mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market. BI meningkatkan insentif untuk instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada BI dalam rangka pendanaan luar negeri.

Di samping itu, intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," tegasnya.

Meski demikian, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67%. Cadangan devisa tercatat meningkat ke level USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.


(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD