Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Senin, 28/09/2026 17:55 WIB
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan telah memulai masa penawaran penjualan surat berharga negara jenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 sejak hari ini, Senin, 28 September 2026 pada pukul 09.00 WIB.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto percaya diri, surat utang yang akan ditawarkan hingga 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB itu akan banyak diborong masyarakat, mempertimbangkan kuat minat investor domestik terhadap SBN ritel saat ini.

"Pemerintah optimistis SBR015 akan memperoleh respons yang baik dari masyarakat," kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Senin (28/9/2026).


Selain itu, Suminto menekankan, tingkat kupon awal yang ditawarkan pemerintah kepada masyarakat untuk SBR015 juga menarik, dengan besaran mencapai 6,75% untuk SBR015T2 dan 6,85% untuk SBR015T4.

Keduanya menggunakan skema kupon floating with floor, sehingga kupon akan menyesuaikan perkembangan BI-Rate, namun tidak akan turun di bawah tingkat kupon minimal yang telah ditetapkan (floor).

"Selain itu, pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan, investasi dapat dimulai dari Rp1 juta, dan tersedia fasilitas early redemption sesuai ketentuan," ucap Suminto.

Adapun hasil penjualan dari dua seri SBR015 ini akan ditetapkan pada 26 Oktober 2026, dan tanggal setelmen pada 28 Oktober 2026. Untuk kupon yang ditawarkan, akan mulai dibayar pemerintah pertama kali pada 10 Desember 2026, dan secara bulanan dibayarkan setiap tanggal 10.

"Kombinasi keamanan, imbal hasil yang menarik, fleksibilitas kupon, serta kemudahan pembelian secara online menjadi beberapa daya tarik SBR015 bagi masyarakat," kata Suminto.

Suminto pun mengungkapkan, dalam masa penawaran ini, Pemerintah menargetkan penjualan SBR015 sebesar Rp20 triliun.

"Target tersebut kami pandang realistis dengan mempertimbangkan tren positif minat masyarakat terhadap SBN Ritel sepanjang tahun ini serta potensi reinvestment dari investor SBN Ritel ORI024T3 yang akan jatuh tempo pada masa penawaran SBR015," ungkap Suminto.

Sebagaimana diketahui, SBR merupakan Obligasi Negara tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption).

Bagi masyarakat yang ingin membeli dapat memesan dengan harga minimum Rp1 juta. Adapun maksimum pemesanan Rp5 miliar untuk SBR015T2 dan Rp10 miliar untuk SBR015T4.

Proses pemesanan pembelian SBR015T2 dan SBR015T4 secara online dilakukan melalui 4 tahap yaitu (i) registrasi/pendaftaran, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran dan (iv) setelmen/konfimasi.

Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR015T2 dan SBR015T4 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 29 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), yaitu:

Bank Umum

PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank SMBC Indonesia Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Standard Chartered Bank, Indonesia

Perusahaan Efek

PT Ajaib Sekuritas Asia
PT Panin Sekuritas Tbk
PT BRI Danareksa Sekuritas
PT Phillip Sekuritas Indonesia
PT BNI Sekuritas
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
PT Mandiri Sekuritas

Perusahaan Financial Technology Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

PT Bareksa Portal Investasi
PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
PT Bibit Tumbuh Bersama
PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Bos The Fed Respons Tudingan Penyebab Kenaikan Imbal Hasil US Treasury