80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) mencatatkan jumlah kredit yang sudah ditarik alias disbursed loan tinggi, mencapai hampir 80% dari total kredit yang disalurkan. Kondisi ini terjadi di tengah jumlah "kredit nganggur" atau undisbursed loan (UL) di industri perbankan kian meningkat.
Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi mengatakan fasilitas-fasilitas kredit yang pihaknya berikan sesuai dengan kebutuhan modal kerja para nasabah.
"Sampai hari ini tingkat disbursement kami cukup tinggi, kalau mungkin buat rata-rata total utilization itu hampir 80%, dari total booking capital yang berikan," katanya saat Media Workshop di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Namun, Widodo menegaskan bahwa KB Bank tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan fungsi intermediasi.
"Ya, tapi tetap balik lagi, kita juga melihat ke prinsip hati-hatiannya gitu," tutur Widodo.
Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan, pada Juli 2026, UL perbankan tercatat sebesar Rp2.548 triliun atau meningkat 7,80% dibandingkan Juli 2025 sebesar Rp2.364 triliun.
Widodo mengatakan KB Bank baru mulai aktif kembali dalam fokus pada bisnis wholesale banking. Wholesale Banking di bank milik raksasa finansial Korea Selatan itu bertindak sebagai mitra keuangan strategis yang melayani segmen pelaku bisnis hingga institusi skala besar di Indonesia. Struktur layanannya terbagi ke dalam tiga pilar utama yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking, ketiga pilar ini disokong penuh oleh pilar operasional Transaction Banking.
Menurut Widodo KB Bank diuntungkan dalam posisi ini, sehingga jumlah UL di bank itu kecil ketimbang industri perbankan nasional.
Widodo memaparkan saat ini pertumbuhan kredit baru di segmen wholesale hingga Juni 2026 sudah mencapai 13%. Ia meyakini pertumbuhan itu dapat mencapai 15% secara tahunan pada akhir tahun nanti.
"Karena di pipeline kami juga cukup lumayan, dan ini bisa menyumbang angka yang juga lumayan bagus," pungkas Widodo.
Strateginya, KB Bank mendekatkan ekosistem nasabah. Transaction Banking Division Head KB Bank, Novita S. Djani mengatakan pihaknya berupaya menyediakan kebutuhan masyarakat dari yang paling atas yakni korporasi besar, komersial, hingga enterprise. Dalam hal ini, transaction banking menjadi penting.
"Kita punya One KB solutions, jadi cukup dengan satu page ini saja sebetulnya itu sudah merangkum semua transaction banking. Jadi disini bagaimana kita membantu satu nasabah dari mulai connections-nya, bagaimana caranya dia terima uang misalnya dia jual barangnya, uangnya itu di transfer dengan dalam bentuk informasi apa," jelas Novita.
Tercatat, penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp44,97 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 4,38% secara tahunan.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]