Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 16:23 WIB
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menetapkan hasil penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025 pada hari ini, Senin (21/9/2026).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, hasil penjualan sukuk ritel seri SR025 mencapai Rp 29,77 triliun.

Total hasil penerbitan itu terdiri dari seri SR025T3 (tenor 3 tahun) sebesar Rp24,93 triliun dan SR025T5 (tenor 5 tahun) sebesar Rp4,83 triliun.


"Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2026," kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Senin (21/9/2026).

Suminto mengungkapkan, dari hasil penawaran yang dimulai pada 21 Agustus 2026 sampai dengan 16 September 2026, total investor yang membeli SBSN seri SR025 itu mencapai 93.548, terbanyak sepanjang sejarah penerbitan.

"Jumlah tertinggi sepanjang penerbitan SBSN Ritel, dan volume penjualan tertinggi dalam 10 tahun terakhir," ucap Suminto.

Dari jumlah investor itu, yang tercatat sebagai investor baru SBN sebanyak 21.582 orang atau setara 23,07% dari seluruh investor.

"Basis investor menjangkau seluruh 38 provinsi dan didominasi Gen Y atau Milenial setara 49,11% dari jumlah investor serta perempuan 56,66%. Pemesanan SR025 didominasi oleh pegawai swasta 33,66%," ucap Suminto.

Sebagai informasi, tingkat imbalan atau kupon yang ditawarkan pemerintah untuk SR025T3 berupa imbalan tetap (fixed rate) sebesar 6,80% per tahun. Sementara untuk seri dengan tenor lebih panjang, yakni SR025T5 (5 tahun), imbalan yang ditawarkan lebih tinggi, yaitu 6,90% per tahun.

Kedua seri ini menggunakan skema fixed coupon yang dibayarkan secara periodik setiap bulan kepada investor, tepatnya pada tanggal 10 setiap bulannya. Apabila tanggal 10 jatuh pada hari libur atau bukan hari kerja perbankan, maka pembayaran akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga atau imbalan tambahan.

Pembayaran imbalan pertama untuk kedua seri dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, yang akan dihitung secara short coupon mengingat masa penerbitan yang belum genap satu bulan penuh. Sukuk Ritel SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 akan jatuh tempo pada 10 September 2031.

Dari sisi besaran investasi, pemerintah mematok minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dan kelipatannya untuk kedua seri. Sementara untuk batas maksimum pemesanan, terdapat perbedaan antara kedua seri: SR025T3 dibatasi maksimal Rp5 miliar per investor, sedangkan SR025T5 dibatasi maksimal Rp10 miliar per investor.

Skema ini menyasar investor individu dengan skala kecil hingga menengah, sejalan dengan tujuan pemerintah mendorong pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus memperluas basis investor ritel dalam negeri.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Racikan Investasi Pengelola Dana Jumbo di Sisa Tahun 2026