Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami kenaikan pada Juli 2026 menjadi sebesar US$ 454,8 miliar, dari sebelumnya per Juni 2026 US$ 454,5 miliar.
Nominal kenaikan utang pun menjadi lebih cepat, yakni sebesar 4,9% dibanding tahun lalu, sedangkan pada bulan sebelumnya, kenaikannya sebesar 4,4%.
"Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta," dikutip dari laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia terbaru BI, Rabu (16/9/2026).
Bila ditelisik sumber ULN Indonesia berdasarkan per negara, terbesar masih berasal dari Singapura, dengan nilai setara US$ 51,26 miliar.
Selanjutnya baru berasal dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai sebesar US$ 29,47 miliar. China urutan ketiga dengan nilai setara US$ 25,77 miliar.
Yang berasal dari Jepang, nilainya setara US$ 20,49 miliar, dan Hongkong US$ 20,11 miliar. Berikutnya berasal dari Korea Selatan US$ 9,06 miliar, dan Prancis US$ 8,98 miliar.
Sedangkan berdasarkan lembaga atau organisasi, pinjaman terbesar berasal dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) milik World Bank sebesar US$ 21,22 miliar, Asian Development Bank (ADB) US$ 12,30 miliar, dan IMF US$ 8,75 miliar.
(arj/arj)