Wow! 38 Ribu Emak-Emak RI Pegang Surat Utang Ritel Negara

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Rabu, 09/09/2026 10:20 WIB
Foto: Karnaval Kebudayaan di tengah cuaca terik di Jalan Sumbu Kebangsaan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Latar belakang profesi investor ritel Surat Berharga Negara (SBN) maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Indonesia semakin beragam. mulai dari pegawai swasta, pengusaha atau wiraswasta, hingga aparatur sipil negara (ASN) termasuk TNI/Polri.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dari total 428.364 investor ritel yang memegang SBN ritel dalam bentuk SUN dan SBSN pada 2025, mayoritas merupakan pegawai swasta sejumlah 146.714 orang.


Lalu, wiraswasta sejumlah 79.051 orang, dan peringkat ketiga merupakan ibu rumah tangga sejumlah 38.945, ASN/TNI/Polri 35.595 orang, dan lainnya sebanyak 127.969 ribu orang.

Pada 2026, jumlahnya pun masih terus bertambah. Bahkan, hingga Agustus 2026, kini sudah sebanyak 289.056 investor ritel. Paling banyak masih merupakan pegawai swasta dengan total 100.163 investor, diikuti wiraswasta 47.603 investor.

Di posisi ketiga pada 2026 tak lagi ibu rumah tangga, melainkan ASN/TNI/Polri yang jumlahnya 25.854 investor. Sedangkan ibu rumah tangga jumlahnya menjadi 25.854 ribu orang.

Sebagai informasi, total penerbitan SUN ritel pada 2025 telah sebesar Rp67.78 triliun, dan pada 2026 baru sebesar Rp54,44 triliun. Sedangkan untuk SBSN ritel pada 2025 sebesar Rp84,93 triliun, dan pada 2026 sekitar Rp40,11 triliun.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Racikan Investasi Pengelola Dana Jumbo di Sisa Tahun 2026