Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 14:21 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat pada perdagangan sesi II, Selasa (8/9/2026). IHSG tercatat berada di level 6.687,03 atau naik 67,36 poin setara 1,02% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.619,67 per pukul 14.14 WIB.

Penguatan IHSG tersebut membawa indeks semakin mendekati level psikologis 6.700 setelah pada sesi I sebelumnya menguat 0,84% ke level 6.674,95. Data sesi I juga menunjukkan mayoritas sektor berada di zona hijau.

IHSG bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.688,20 dan level terendah 6.636,94.


Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor saham. Sektor bahan baku menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,43%.

Lalu diikuti sektor finansial menguat 1,01%, energi naik 0,85%, konsumer primer 0,69%, industri 0,46%, properti 0,39%, kesehatan 0,39%, teknologi 0,24%, utilitas 0,11%, dan konsumer non-primer 0,10%.

Dari jajaran saham penggerak indeks, Bank Central Asia (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 9,39 poin indeks. Kemudian Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 7,62 poin dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,27 poin.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut menyumbang 4,66 poin, disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 2,57 poin dan Energi Mega Persada (ENRG) sebesar 2,44 poin.

Sementara itu, Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi pemberat terbesar dengan mengurangi 2,37 poin indeks. Global Digital Niaga (BELI) menekan IHSG sebesar 1,76 poin, diikuti Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 1,40 poin.

Hingga sekitar pukul 14.14 WIB, volume perdagangan mencapai 25,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,02 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,592 juta kali.

Sebanyak 383 saham menguat, 241 saham melemah, dan 339 saham tidak mengalami perubahan.

Adapun investor asing mencatat foreign buy sebesar Rp2,14 triliun dan foreign sell Rp2,06 triliun pada sesi 1. Dengan demikian, asing membukukan net foreign buy sebesar Rp83,37 miliar.

Aliran dana asing paling besar masuk ke saham BBCA dengan net buy Rp112,57 miliar. Posisi berikutnya ditempati AMMN dengan Rp109,34 miliar dan BBRI sebesar Rp74,54 miliar.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah