MARKET DATA

Terperosok di Akhir Sesi, IHSG Ditutup Koreksi Tipis

mkh,  CNBC Indonesia
28 August 2026 16:32
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Indeks sempat menguat cukup tinggi di awal perdagangan, namun berbalik tertekan menjelang penutupan.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup di level 6.518,12, turun 3,63 poin atau 0,06% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.521,75.

IHSG dibuka di level 6.535,72 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 6.566,90. Namun, indeks kemudian berbalik arah dan sempat menyentuh level terendah 6.495,74 sebelum ditutup di 6.518,12.

Nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp14,86 triliun dengan volume transaksi sebanyak 33,30 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,97 juta kali.

Sebanyak 290 saham menguat, 348 saham melemah, dan 325 saham lainnya stagnan.

Dari jajaran saham yang menjadi penopang IHSG, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan kontribusi positif terbesar sebesar 7,05 poin, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 6,22 poin dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 5,87 poin.

Selanjutnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 3,93 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,48 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 2,46 poin.

Di sisi lain, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 7,37 poin.

Tekanan berikutnya datang dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,04 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sebesar 2,77 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,38 poin, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 1,79 poin.

Sektor Keuangan Jadi Penopang

Dari sisi sektoral, empat sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor keuangan menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,83%, disusul sektor teknologi yang naik 0,62%.

Sektor konsumer non-primer menguat 0,41%, sementara sektor industri naik 0,23%.

Sementara itu, sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 1,76%. Kemudian sektor energi turun 1,07%, utilitas melemah 1,02%, jasa pendidikan turun 0,82%, dan bahan dasar terkoreksi 0,80%.

Sektor konsumer primer juga melemah 0,25%, sedangkan sektor properti turun 0,14%.

Dengan pergerakan tersebut, IHSG akhirnya bertahan di level 6.500-an setelah sempat menguji level 6.400-an pada perdagangan intraday.

Adapun sektor finansial menguat seiring dengan aliran dana asing.  Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai foreign buy sepanjang sesi I mencapai Rp2,08 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,21 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net sell Rp125,08 miliar di seluruh pasar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dibeli bersih asing dengan nilai mencapai Rp358,24 miliar.

Selanjutnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net buy asing sebesar Rp89,86 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp80,86 miliar.

Saham perbankan lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), juga masuk jajaran teratas dengan net buy masing-masing Rp28,23 miliar dan Rp25,34 miliar.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sempat Terbang ke 6.462, IHSG Malah Merosot 0,49% di Akhir Sesi 1


Most Popular
Features