MARKET DATA

Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
07 September 2026 16:55
Ilustrasi Buy Now Pay Later
Foto: Ilustrasi Buy Now Pay Later

Jakarta, CNBC Indonesia — Layanan buy now pay later (BNPL) atau kredit bayar nanti melalui perbankan masih mencatat pertumbuhan tinggi hingga Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet BNPL mencapai Rp31,56 triliun pada Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan baki debet BNPL yang dilaporkan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tersebut setara dengan 0,35% dari total kredit perbankan.

"Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar 31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan, namun tumbuh cukup tinggi sebesar 31,22% year on year," kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Agustus 2026, Senin (7/9/2026).

Pertumbuhan BNPL tersebut memang masih melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, baki debet BNPL tumbuh 33,54% secara tahunan (yoy).

Meski demikian, pertumbuhan BNPL masih jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan yang mencapai 13,58% yoy pada Juli 2026.

Dengan demikian, pertumbuhan kredit BNPL mencapai lebih dari dua kali lipat pertumbuhan kredit perbankan nasional.

Dian mengungkapkan jumlah rekening BNPL juga terus meningkat. Per Juli 2026, jumlah rekening tercatat mencapai 33,50 juta, meningkat dibandingkan 32,77 juta rekening pada Juni 2026.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Pede Penempatan SAL Bisa Dorong Kredit Bank Tumbuh 20%


Most Popular
Features