Asing Serbu Saham-SBN, Investor Pasar Modal RI Tembus 31 Juta

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 14:31 WIB
Foto: Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan pemaparan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja solid sepanjang Agustus 2026, ditopang derasnya aliran modal asing, hingga lonjakan jumlah investor baru.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.525,48 pada akhir Agustus 2026, menguat 4,64% secara month-to-month (MtM).


Penguatan ini turut ditopang oleh minat investor asing yang tetap tinggi. Di pasar saham, asing membukukan net buy senilai Rp1,19 triliun sepanjang Agustus. Tren serupa juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), di mana asing mencatatkan net buy sebesar Rp15,35 triliun secara MtM.

Sejalan dengan penguatan pasar, likuiditas juga membaik. Rata-rata bid-ask spread saham menyempit ke 1,17% dari sebelumnya 1,33%. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turut menguat 2,23% MtM ke level 410,04.

Dari sisi produk investasi, industri reksa dana mencatatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar Rp652,88 triliun per 31 Agustus 2026, naik tipis 0,05% MtM. Namun demikian, investor reksa dana justru membukukan net redemption sebesar Rp8,5 triliun pada periode yang sama.

Di sisi lain, produk anyar Exchange Traded Fund (ETF) emas yang baru diluncurkan pada 10 Agustus 2026 langsung mendapat sambutan pasar. Hingga akhir Agustus, tercatat tujuh produk ETF emas dari tujuh manajer investasi dengan total dana kelolaan mencapai Rp90,39 miliar.

Jumlah investor pasar modal juga melanjutkan tren pertumbuhan. Sepanjang Agustus 2026 terdapat penambahan 1,07 juta investor baru, sehingga total investor pasar modal RI kini mencapai 31,14 juta atau tumbuh 52,9% secara year-to-date (ytd).

Dari sisi penggalangan dana, nilai fundraising korporasi di pasar modal domestik mencapai Rp128,8 triliun secara ytd hingga akhir Agustus, dengan 24 rencana penawaran umum masih dalam pipeline. Sementara penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) telah mencapai Rp2,04 triliun dengan volume transaksi kumulatif 352.853 lot sepanjang Januari-Agustus 2026.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Racikan Investasi Pengelola Dana Jumbo di Sisa Tahun 2026