Kredit Bank Ngebut 13,58%, tapi Margin Terkikis

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 14:33 WIB
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan pemaparan melalui zoom meeting dalam Digital Banking Forum 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Penyaluran kredit perbankan nasional terus melaju hingga Juli 2026. Namun, pertumbuhan kredit yang semakin kuat tersebut belum diikuti dengan penguatan margin dan profitabilitas bank.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juli 2026 mencapai Rp9.135 triliun, tumbuh 13,58% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 12,67% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kinerja intermediasi perbankan terus menunjukkan penguatan dengan laju pertumbuhan yang semakin solid.


"Kinerja intermediasi perbankan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang semakin solid. Pertumbuhan kredit pada Juli 2026 naik sebesar 13,58% year-on-year," kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Agustus 2026, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi menjadi motor utama pertumbuhan kredit. Kredit investasi tumbuh hingga 25,13% yoy, jauh di atas pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 11,04% yoy dan kredit konsumsi yang hanya tumbuh 5,38% yoy.

Sementara berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 22,10% yoy. Adapun kredit UMKM melanjutkan tren positif dengan pertumbuhan 1,62% yoy, meningkat dari 1,05% yoy pada Juni 2026.

Dari sisi kepemilikan, kredit bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,95% yoy.

Sementara itu, di tengah ekspansi kredit tersebut, margin perbankan justru melanjutkan tren penurunan.

OJK mencatat net interest margin (NIM) perbankan pada Juli 2026 berada di level 4,32%, turun dari 4,34% pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, penurunannya lebih dalam, yakni dari 4,57%.

Dengan demikian, meski kredit tumbuh dua digit dan bahkan mencapai level 13,58% yoy, margin bunga bersih bank terus menyempit.

Tekanan serupa terlihat pada profitabilitas. Return on Assets (ROA) perbankan turun menjadi 2,45% pada Juli 2026 dari 2,47% pada Juni 2026. Pada Juli 2025, ROA perbankan masih berada di level 2,56%.

Namun, ekspansi kredit tersebut belum menunjukkan tekanan berarti terhadap kualitas aset. Rasio NPL gross tercatat 2,10%, hanya sedikit meningkat dari 2,09% pada Juni 2026.

Sementara NPL net justru membaik menjadi 0,81% dari 0,82%. Loan at Risk (LAR) juga turun menjadi 8,39% dari 8,47% pada bulan sebelumnya.

Dari sisi permodalan, ketahanan industri perbankan tetap kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 23,84% dari 23,70% pada Juni 2026.

Likuiditas juga masih memadai dengan rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 102,45% dan Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 23,10%. Keduanya masih jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 187,5%.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas & Layanan BPD