Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%
Jakarta, CNBC Indonesia - Klaim rasio asuransi kredit di Indonesia tercatat meningkat mencapai 99,6% di semester II-2026. Kenaikan tersebut terjadi seiring langkah pemurnian bisnis asuransi umum menjelang konsolidasi perusahaan asuransi BUMN yang berada di bawah naungan BPI Danantara.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), selisih antara premi yang diterima dan klaim yang dibayarkan dari lini asuransi kredit semakin menipis. Premi asuransi kredit tercatat sebesar Rp9,32 triliun, sementara nilai klaim mencapai Rp9,28 triliun.
Wakil Ketua Bidang Statistik AAUI Heri Supriyadi mengatakan, penurunan bisnis asuransi kredit terjadi karena sejumlah perusahaan asuransi mulai mengurangi eksposur pada segmen tersebut. Langkah itu terutama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi yang berada di bawah BPI Danantara.
"Jadi mungkin saya bisa mengatakan bahwa trigger utamanya adalah karena streamlining. Jadi apa konsep yang diusung streamlining adalah bahwa nanti akan ada asuransi umum hanya satu, asuransi life hanya satu, terus asuransi penjaminan juga hanya satu," ungkap Heri dalam konferensi pers AAUI, di Jakarta, Jumat, (4/9/2026).
Dengan kata lain, bisnis yang berkaitan dengan asuransi kredit akan diarahkan untuk berpindah ke sektor penjaminan agar tidak bercampur dengan bisnis asuransi umum. Dengan demikian, perusahaan asuransi umum akan lebih fokus menjalankan fungsi inti sebagai penyedia perlindungan risiko non-keuangan.
Selain faktor konsolidasi, industri juga menghadapi tantangan tingginya risiko pada bisnis asuransi kredit. Menurut Heri, perusahaan asuransi kini harus jauh lebih selektif dalam memilih portofolio kredit yang akan dijamin agar tetap memberikan keuntungan.
Ia menilai sejumlah sektor, termasuk real estat, masih menghadapi tekanan risiko kredit yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat perusahaan asuransi semakin berhati-hati dalam melakukan underwriting dan menerima risiko baru.
Heri menambahkan banyak perusahaan asuransi kini hanya bersedia memberikan perlindungan kredit kepada debitur yang berasal dari kelompok usaha induknya sendiri. Sementara itu, tawaran untuk menggarap bisnis asuransi kredit dari bank lain di luar kelompok usaha tersebut cenderung dihindari karena memerlukan proses analisis kualitas kredit yang lebih mendalam.
Terlepas dari itu, kinerja pendapatan premi industri asuransi umum tercatat terkontraksi 0,5% ke angka Rp58,19 triliun per Juni 2026. Di sisi lain, klaim keseluruhan tercatat meningkat 29,2% ke angka Rp27,36 triliun.
(arj/arj)